Movie Review: Pupus (2011)


Pupus | Rizal Mantovani | Donita, Marcel Chandrawinata, & Ichsan Akbar | Maxima Pictures 2011

“..Bila dia kembali dia akan menjadi miliknu selamanya..”

Agaknya tahun ini menjadi tahun yang cukup produktif bagi sutradara Rizal Mantovani karena dalam kurun waktu 6 bulan terkahir sudah tiga film diluncurkan ke pasaran yakni Jenglot Pantai Selatan, Cewek Gokil, dan yang teranyar diberi judul Pupus. Jika anda adalah temasuk orang yang sering menonton film di bioskop maka akan sangat akrab dengan trailer Pupus dan iklan yang ditayangkan sebelum film utama diputar. Pupus memang memiliki strategi pemasaran yang cukup kuat termasuk dengan trailer yang membuat orang penasaran untuk menonton filmnya. Trailer Pupus memang berhasil membuat saya terbujuk untuk menonton filmnya dan mulai menerka – nerka isi ceritanya akan seperti apa. Meskipun awalnya saya agak pesimis dengan Rizal Mantovani yang akhir – akhir ini kebanyakan membuat film – film dengan kualitas “merakyat” tetapi saya membulatkan tekad untuk menonton Pupus.

Alkisah pada masa orientasi mahasiswa baru di Universitas Trisakti jurusan teknik ada seorang mahasiswi bernama Cindy (Donita) yang sedang berulang tahun. Malangnya nasib Cindy karena seniornya malah memanfaatkan kesempatan itu untuk mengerjai Cindy yang masih lugu dan polos. Cindy diberikan tugas untuk mencari senior yang juga sedang berulang tahun hari itu dan membawa sang senior untuk merayakan ulang tahun bersama, jika sampai gagal Cindy akan diceburkan di kali Grogol. Tidak patah akal, Cindy akhirnya menemukan Panji (Marcel Chandrawinata), senior Cindy yang memang sedang berulang tahun di hari itu. Sayangnya Panji ternyata tidak menyukai perayaan ulang tahun tetapi dengan ide jailnya akhirnya Cindy bisa merayakan ulang tahun dengan Panji dan terbebas dari hukuman senior lainnya. Seiring waktu yang berlalu, perasaan cinta mulai tumbuh di hati Cindy tetapi Panji malah sering menarik ulur perasaan Cindy hingga hubungan mereka jadi sangat rumit.

Setelah melihat teaser poster Pupus (wajah Donita yang sedang menangis) dan menyaksikan trailernya saya berpikir bahwa film hasil kerja sama Maxima Pictures dan Universitas Trisakti ini akan berakhir menjadi sebuah drama thriller yang dark tetapi ternyata saya salah. Pupus adalah murni film drama melankolis yang ceritanya mudah ditebak. Meskipun awalnya Rizal ingin men-distract pikiran penonton lewat cerita yang rumit serumit cinta Cindy dan Panji tetapi akhirnya di tengah – tengah film saya sudah mampu menebak endingnya akan seperti apa jadi sudah tidak kaget lagi ketika sebuah twist muncul di akhir cerita.

Rizal Mantovani memang bukan expert dalam membuat film drama, tengok saja Jatuh Cinta Lagi atau Ada Kamu, Aku Ada yang kurang greget meskipun tetap menghibur jadi bisa dimaklumi jika Pupus berakhir menjadi fim drama yang standar. Ide cerita yang ditulis oleh Alim Sudio yang sudah sering berkolaborasi dengan Rizal dalam beberapa film. Kisah Pupus sebenarnya memang klise dan sudah banyak diangkat ke layar lebar (A Walk To Remember, Misalnya) tetapi ke-klise-an cerita tersebut sebenarnya tidak masalah jika mampu di-treat dengan baik oleh sutradaranya. Menurut saya struktur cerita film ini sangatlah amburadul dan kurang detail karena sepertinya diceritakan dengan buru – buru. Pupus seharusnya adalah film romantis yang menguras air mata tetapi malah tidak terasa sama sekali karena pace-nya yang tergesa – gesa dan jumping – jumping. Ditambah tata sinematografi dan video yang menggunakan efek cahaya dan warna yang over-processed malah memekakan mata dan merusak mood pada beberapa bagian adegan. Mungkin tujuan Rizal dengan penggunaan efek video dan warna yang kelewat cerah adalah ingin menghasilkan film dengan tata cahaya dan tone warna yang artistik tetapi menurut saya malah merusak estetika filmnya dan agak berlebihan meskipun di beberapa part memang terlihat cantik.

Donita berhasil memerankan tokoh Cindy dengan pas dan tidak berlebihan, semua emosi Cindy mampu dikuasai dengan baik oleh aktris yang juga merambah dunia tarik suara ini meskipun sebenarnya karakter Cindy bukanlah karakter yang sulit untuk diperankan. Sayangnya hanya Donita yang tampil cemerlang di film ini tidak seperti pemeran utama pria, Marcel Chandrawinata yang menurut saya kurang mampu men-deliver tokoh Panji. Pemain pendukung juga bermain amat sangat standar dan tidak ada yang mampu menjadi attention stealer selama film berlangsung. Chemistry antara Donita dan Marcel bagi saya cukup baik sayangnya Rizal tidak memberikan porsi yang banyak untuk mendalami chemistry mereka di bagian ending film ini padahal dengan chemistry yang dibangun dengan baik dari awal bisa membuat adegan yang mendekati klimaks dalam film ini bisa dibuat menjadi sangat mengharukan dan romantis.

Yang amat saya sayangkan adalah potensi film ini sangat disia – siakan dengan struktur penceritaan yang amburadul, cara menceritakan yang kurang detail dan tergesa – gesa, scene yang jumping – jumping, dan efek cahaya dan warna yang berlebihan. Pupus memang lagi – lagi bukanlah karya terbaik Rizal Mantovani setelah Kuntilanak 2 yang menurut saya adalah karya terbaiknya tetapi Pupus bisa dijadikan pilihan untuk menonton dengan pacar karena ceritanya sendiri cukup menyentuh meskipun klise. Ya, disamping kelemahan – kelemahannya Pupus tetap saya rekomendasikan bagi pasangan yang ingin menyaksikan drama percintaan di bioskop atau mungkin mau menunggu DVD-nya diriis beberapa bulan ke depan. Pupus adalah drama percintaan yang berpotensi menjadi film yang romantis dan membuat menangis tetapi sayangnya sang kurang detail dan tergesa – gesa.

Movie Score (3/5)

©writtenbyrioaditomo100611

About these ads

One thought on “Movie Review: Pupus (2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s