Music Review: Rindu – Agnes Monica


Agnes Monica Rindu Credit to Aquarius Musikindo

Rindu – Agnes Monica (Fryda Cover)
(Song written by Erros Djarot)
(Produced by Aquarius Musikindo)

Mendaur ulang lagu lama dan dijadikan sebuah single seingat saya baru kali ini dilakukan oleh seorang Agnes Monica. Setelah sukses menjual satu juta keping CD album kompilasi lagu terbaiknya, “Agnes Is My Name“, kini penyanyi berusia 24 tahun tersebut kembali merilis single terbarunya bertajuk Rindu. Single yang masih di edarkan dibawah bendera perusahaan rekaman Aquarius Musikindo ini sudah mulai wara – wiri di tangga lagu radio – radio nasional. Seperti apa single terbaru dari diva muda yang tengah mengejar karir internasionalnya ini?

Rindu adalah sebuah lagu lama yang pernah populer pada awal tahun 90-an, ditulis oleh seniman kaliber Erros Djarot, dan dinyanyikan oleh penyanyi muda kala itu Fryda Lucyana. Lagu yang aslinya diedarkan pada tahun 1993 ini memang mempunyai kekuatan tersendiri ketika dibawakan oleh Fryda. Menurut saya Fryda berhasil “mengawinkan” suaranya dengan lirik dan aransemen lagunya, ditambah penghayatan yang luar biasa membuat lagu Rindu tersebut terdengar sangat melankolis dan menyayat hati. Dengan kata lain Rindu sudah menjadi semacam trademark bagi Fryda, tidak terbayangkan ada penyanyi lain yang mampu membawakannya sebaik Fryda.

Agnes Monica credit to AgnesMonicaOfficial.com

Kabar Agnes Monica akan menyanyikan ulang lagu Rindu milik Fryda sudah hampir setahun ini beredar di forum Agnezone, forum fans setia Agnes Monica. Kabarnya album ini akan masuk album kompilasi milik Aquarius Musikindo dan telah rampung sekitar tahun lalu, tapi entah kenapa baru pada bulan Agustus tahun ini baru dirilis dan entah hanya dijadikan single atau di masukan dalam sebuah album. Mungkin saja single ini menjadi single penutup dari Agnes Monica dibawah naungan Aquarius Musikindo karena setahu saya Agnes sudah dikontrak oleh Sony ATV Publishing di Amerika Serikat sana.

Ketika mengetahui kabar bahwa Agnes akan menyanyikan Rindu, tidak terbayang sama sekali hasilnya akan seperti apa. Saya tidak berani berekspektasi terlalu besar mengingat kesuksesan Fryda membawakan lirik lagu Rindu yang getir dan menyentuh yang dituliskan oleh Eross Djarot. Ternyata setelah mendengarkan Rindu versi Agnes saya sungguh tercengang dengan hasilnya karena Agnes berhasil mengintepretasikan lagu ini sesuai dengan ciri khasnya sendiri, sehingga bagi orang yang belum pernah mendengarkan Rindu sebelumnya akan mengira bahwa lagu tersebut adalah lagu baru yang memang diciptakan khusus buat Agnes.

Agnes benar – benar mampu membawakan Rindu dengan nafas ke-kini-annya sehingga terdengar berbeda dan segar, bahkan mampu berdiri sendiri tanpa harus dibanding – bandingkan dengan versi aslinya. Dari segi aransemen musik, Rindu sedikit mengingatkan saya pada single Agnes terdahulu, Matahariku, begitu juga dengan aransemen vokalnya. Yang sedikit berbeda dari aransemen vokalnya hanya ada pada bagian Bridge karena lagi – lagi Agnes menggunakan teknik Head Voice yang sekilas untuk orang awam akan terdengar seperti Whistle Register a La Mariah Carey sama dengan yang Agnes lakukan pada lagu Karena Ku Sanggup yang memang sangat mempertunjukkan kualitas vokal Agnes yang prima. Dari segi lirik memang ada beberapa bagian yang dipotong mungkin karena mengikuti tuntutan aransemen musik dan vokal yang baru tetapi tidak mengurangi makna dari lagunya sendiri. Seperti biasa Agnes juga selalu mampu bernyanyi dengan teknik vokal dan penghayatan yang baik sehingga lagu ini bobotnya masih sama getirnya dengan versi aslinya walaupun tidak semelankolis milik Fryda yang sangat mendayu – dayu.

Single Rindu ini menurut saya akan mampu menjadi hit lagi di Indonesia mengingat lagunya yang easy listening dan dibawakan dengan gaya yang fresh a La Agnes Monica. Dalam lagu ini seakan membuktikan bahwa Agnes Monica adalah seorang penyanyi yang memang profesional meski di daulat untuk menyanyikan lagu lama sekalipun Agnes tetap mengeluarkan auranya sendiri dan menghidupkan lagu tersebut dengan ciri khasnya. Rindu menjadi deretan lagu pop ballad dari Agnes Monica yang mampu menghanyutkan pendengarnya dengan lirik yang menyentuh dan penghayatan yang luar biasa. Tetapi meskipun Rindu hasilnya memuaskan, masih ada satu single dari Agnes Monica berjudul Said I Love You But I Lied yang merupakan hasil daur ulang dan dinyanyikan secara duet dengan penyanyi papan atas Amerika Serikat, Michael Bolton. Apakah dalam lagu tersebut Agnes mampu menciptakan ambience yang baru? tunggu di Music Review saya selanjutnya. Cheers!!

Rindu – Agnes Monica Lirik:

Selama aku mencari
Selama aku menanti
Bayang-bayangmu dibatas senja
Matahari membakar rinduku
Ku melayang terbang tinggi

Bersama mega-mega
menembus dinding waktu
Ku terbaring dan pejamkan mata
Dalam hati kupangil namamu
Semoga saja kau dengar dan merasakan

Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat – saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisaikan kata-kata ku cinta padamu

Peluhku berjatuhan
Menikmati sentuhan
Perasaan yang teramat dalam
Telah kau bawa segala yang kupunya
Segala yang kupunya ouoooo

Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat – saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisikan kata-kata aku cinta padamu ooho kepadamu hohoh

BACA REVIEW VIDEO KLIP RINDU: DISINI

Rindu Original Version by Fryda (Credit to Dheeherdian77):

Rindu Agnes Monica Version (Credit to NEZHD):

Song Score (4/5)

©writtenbyrioaditom190911

About these ads

36 thoughts on “Music Review: Rindu – Agnes Monica

  1. Ri, konten blogmu keren!! spesialis penulis review. Pantas saja ada copaser yang selalu ngambil…. tenang saja Ri, di mata google, sebagai penulis pertama, kita akan lebih dihargai… O ya, kalimatmu di komen blogku “Go Blogging Sehat Tanpa Copas” bisa jadi tag line kita turh Ri… semangat brooo… salam kenal

    • Makasih na, blm ada apa – apa segini mah masih harus banyak belajar. Heehehehehe… Bikin banner yg di header apa yg kecil na? Kalo header itu asal – asalan di aplikasi picasa di laptop, seadanya banget hahahahaha…

  2. Pingback: Music Review: Rindu – Agnes Monica (Music Video) « written by rioaditomo

  3. review music yang sangat komprehensif. gue suka cara lo mengembangkan review yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa,
    saluut! infonya sangat berguna, khususnya untuk bagian video clip dar penyanyi yang dulu. karena gue merasa ini memang lagu yang didaur ulang, walaupun awalnya gue kgk terlalu yakin, apakah agnes mau melakukan recycle lagu. karena biasanya dia menyanyikan lagu-lagu baru. mungkin agnes ingin fans tetap mengingat dia, walaupun dia sekarang sedang berada di LA.
    so, anyway, love your review!

    • Halo Faradina, terima kasih loh yg sebesar – besarnya buat sudi mampir ke blog saya baca tulisan saya. Makasih jg buat komplimennya, mudah – mudahan sih emang tulisan saya bisa kasih informasi buat yg baca tapi saya mah masih blm ada apa – apanya, harus lbh byk belajar dan improvement. Hehehe…

      Sepertinya sih emang gitu, niatnya Agnes, Label, sm Manajemen luncurin single ini supaya kerinduan fans terhadap Agnes bisa terobati dan yang paling penting eksistensinya tetep terjaga walaupun dia lagi gak di Indonesia. Thanks for visiting :)

  4. eman keren lagunya apa lgi agnes yng bawain,aku aja pertama denger lngsung nyari lagunga,pdhal aku ga terlalu ngfans agnes,agnes keren pokoe

  5. keren reviewnya mas. saya penggemar versi lamanya, walau dulu masih SD pas lagu itu muncul. kemarin nyari penyanyi aslinya ternyata nemu disini.

    • Hehehe, terima kasih Lucu sudah mampir di blog saya. Waktu lagu aslinya muncul bahkan saya masih TK lho tapi daya magisnya bisa terngiang – ngiang sampai sekarang. :)

  6. Thanx ya atas review n infox…

    soalx kapan hari saya penasaran banget sama penyanyi aslinya dulu.!!
    btw, semoga tetep berkarya

    • Terima kasih Mas Cahyo sudah mampir di blog saya. Alhamdulilah, syukur sekali kalau tulisan saya memberi manfaat untuk yang membacanya. Sering – sering baca blog saya mudah – mudahan bisa terus menulis. :)

  7. Hello…cuma mau koreksi, kalau agnes belom bisa nyanyi pake teknik whistle register kayak Mariah Carey, Minnie Riperton, atau Christina Aguilera. Yang dia pakai itu head voice-nya dia, masih jauh rendah dibanding whistle register.

    • Hai Sunree, terima kasih yah sudah mampir di blog saya. Dan terima kasih juga atas koreksiannya, maaf saya kurang peka sama teknik vokal head voice dan whistle register. Segera di update :)

  8. review musik kamu bener2 berkualitas. tinggal tunggu kamu jadi org populer jg nih kayaknya. Yakin deh kalo trans TV ato mungkin Prambors liat tulisan kamu, pasti bakal kecantol. Pengetahuan musik ditambah wawasan yang up-to-date bisa membuat blog kamu populer.

    • Halo mas Faiz, terima kasih sudah mampir di blog saya. Alhamdulilah semua apresiasinya dan doanya di aminin. Semoga isi blog saya bisa jauh lebih baik dari sekarang. Blog saya sebenernya masih jelek mas karena masih banyak blog yang lebih bagus dari punya saya hehehe. Sering – sering mampir ya mas. Sekali lagi terima kasih :)

  9. mau koreksi, whistle register itu dimulai dari nada Eb6, nah si agnes disini ngeluarin nada F6, itu jelas sudah masuk whistle register walaupun hanya sedikit lebih tinggi

    • Halo Lovel, nice info. Saya masih awam dengan kunci nada dan teknik vocal yang digunakan Agnes, tapi mau itu Head Voice ataupun Whistle Register yang pasti Agnes mampu menunjukan kualitas vokal yang semakin improve. :)

  10. ternyata anda adalah pengamat musik yg baik…
    anda bisa membedakan upper headvoice dengan whistle register* (*jika di nada rendah [e6-g6])…
    dan blognya juga bagus.. ;)

  11. Bintang 5 buat yang punya blog, sebelum saya baca blog ini saya pikir lagu rindu ini diciptakan pertama kali dengan penyanyinya Agnes, jempolll buat yang punya blog ayo maju terus masss

  12. Pingback: Music Review: Muda (Le O Le O) – Agnes Monica | written by rioaditomo

  13. Seseorang mampu mencapai nada F6 bahkan G#6 keatas, belum tentu ia menjangkaunya menggunakan whistle register. Buktinya banyak sekali penyanyi soprano opera yang mampu menjangkau nada2 tersebut hanya dengan headvoicenya (upper headvoice/bagian teratas). Bunyi yang dihasilkan antara head voice dan whistle register pun bahkan akan terdengar berbeda, bunyi yang dihasilkan head voice terdengar lebih tebal dan nyaring sementara whistle kedengaran tipis tajam dan lebih mirip flute. Menggunakan head voice untuk menjangkau nada di oktaf ke 6, pasti akan terlihat ngotot atau membutuhkan usaha keras atau power. Coba lihat Agnes Monica ia menjangkau nada E6 ataupun F6 dalam keadaan ngotot / membutuhkan usaha keras.. begitu juga para penyanyi opera yang menjangkau nada-nada tersebut dengan head voicenya. Lain halnya pengguna whistle, akan kelihatan sedikit tenang dan comfy karena tidak membutuhkan usaha lebih keras mencapai nada tersebut.. Tapi biar bagaimanapun seorang penyanyi yang mampu mencapai nada tinggi tersebut tanpa harus pake whistle (hanya dengan head voice), itu punya kemungkinan besar jika mampu whistle, range’a lebih panjang lagi.. kenapa? sebab ia telah melatih nada atas head voice lebih tinggi dari jangkauannya.
    Jadi mungkin dlm hal ini bisa diambil manfaat, untuk para penyanyi soprano ada baiknya melatih nada atas head voice, namun kalau enggak mau terlalu memaksakan diri di nada tinggi tersebut ya pelajari whistle. tapi semakin dilatih nada atas head voice, whistle bisa lebih panjang lagi range nya.. bertambahnya range tersebut sudah otomatis, krn menggunakan register apapun saatberlatih /pun bernyanyi tetap menggunakan pita suara yg sama. Just Share, ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s