Kisah Saya dan Lima Film Perancis Paling Berpengaruh


Perancis, mungkin kita kenal sebagai Negara yang nan romantis serta penuh cinta. Tapi mungkin anda akan berpikir ulang atas pernyataan tersebut setelah menonton 5 film “sakit” arahan sineas – sineas asal Perancis yang paling berpengaruh di genre Horror/Thriller/Slasher.

Perancis memang banyak menghasilkan karya – karya film yang secara kualitas serta ide ceritanya bagus. Film – film perancis juga memiliki “cita rasa” yang berbeda dibanding film – film Hollywood. Termasuk lima film Perancis paling berpengaruh dengan genre horror/thriller/slahser berikut (in alphabetical order) yang memang menjadi tontonan wajib bagi para pencinta genre horror/thriller/slasher:

Martyrs (2008) directed by Pascal Laugier (Saint Ange)

Film pertama yang saya tonton adalah Martyrs di awal taun 2009, tidak begitu sulit mendapatkan DVD-nya karena masih banyak di lapak. Intinya film ini menceritakan tentang sebuah sekte yang sengaja mengurung, menyiksa, dan-bahkan-sampai menguliti korbannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada seseorang yang mati sebagai Martyrs. Martyrs adalah film yang bagus, meskipun kadar violences-nya terlampau batas untuk saya dan Hasilnya sampai sekarang Martyrs adalah SATU-SATUNYA FILM BAGUS YANG TIDAK BERANI SAYA TONTON ULANG.

Haute Tension (High Tension) (2003) directed by Alexandre Aja (HillS Have Eyes)

Berlanjut film kedua High Tension, yang saya dapatkan secara tidak sengaja di lapak DVD saat mencari film yang lain. Filmnya bercerita tentang Alex dan temannya Marie yang berniat menghabiskan weekend untuk mengerjakan tugas kuliah mereka di rumah Alex di pedalaman perancis. Namun malam kedatangan meraka malah berakhir tragis karena kedatangan seorang tamu tak dikenal.  kali ini darah juga hadir dimana-mana, tensi film ini memang tinggi sama seperti judulnya, twist di ending cukup membuat kaget. Overall ketegangan dan gore-nya terasa pas dan ngena, tapi untuk saya High Tension terlihat biasa saja dan tidak membekas.

Frontiere (Frontier(s)) (2007) directed by Xavier Gans (Hitman)

Selanjutnya Frontier(s), sebuah film karya Xavier Gans yang terinspirasi dari Texas Chainsaw Massacre dengan tema kanibalisme. Film ini plotnya sederhana dan mungkin sudah konvensional. Bercerita tentang sekelompok anak muda pemberontak yang terjebak di dalam jebakan keluarga neo-nazi yang kejam. Kembali dengan darah, darah, dan darah. Entah mengapa dari empat perancis yang lain, frontier(s) bagi saya adalah film yang paling menyenangkan, terlebih saya menyukai sosok heroine-nya. Brutalnya film ini tidak mengganggu buat saya, semua terlihat pas dan sekali lagi, menyenangkan.

Irreversille (Irreversible) (2002) directed by Gaspar Noe

Keempat, film “gila-bin-sakit” karya Gaspar Noe, Irreversible. Cari filmnya susah sampai nanya ke tukang DVD dan dijawab “oh,pilem semi-horror ya? Monica Bellucci ya? udah lama gak ada A, tapi yang baru – baru banyak.” (malah saya ditawarin film bokep gara-gara cari DVD ini), tapi tiba – tiba muncul kopian barunya di lapak DVD setelah saya sudah tidak cari film ini. Saya tidak bisa cerita panjang lebar tentang film ini, intinya bercerita tentang seorang perempuan diperkosa dan sang tunangan dan mantan pacar mencari siapa pemerkosanya. Begitu nonton, tiba-tiba film mulai dengan credit title, lalu gambar dengan teknik kamera yang jungkir balik. Awalnya respon saya melihat style seperti itu terkagum – kagum “Anyiinngg,hade pisan yeuh,keren.” (anj*ng,bagus banget nih,keren). Tapi saat film mulai tidak jelas gambarnya dan background musik yang tambah bikin pusing, di scene club gay, saya mulai marah-marah. Sampai adegan kepala ditumbuk tabung gas saya masih baik-baik saja, tapi sampai adegan perkosaan Monica Bellucci, saya give up dan memilih nonton film yan lain. Saya gak tega lihat rape scene yang dibuat secara uncut itu, dan saya memilih lain kali saja saya teruskan (dan sampai sekarang belum).

A L’interieur (Inside) (2007) directed by Julien Maury & Alexandre Bustillo


Terakhir, ditutup dengan Inside di februari 2010. Yeahhhh, hasil download selama empat jam karena cari DVD-nya sekota Bandung dan Sukabumi, hasilnya nihil. Pasca nonton Rumah Dara dan seorang teman bilang kalau Rumah Dara sangat Inside sekali saya jadi tambah tidak sabar untuk menonton film ini. Dan akhirnya setelah mendapat link yang pas (bahkan sampai lupa link downloadnya dari mana) dan mendapat subtitle inggris, saya menonton Inside yang bercerita tentang seorang ibu hamil yang rumahnya disatroni wanita misterius yang ingin mengambil bayi dari dalam perutnya. Dan akhirnya perjuangan dan penantian saya tidak sia – sia. Inside menjadi film yang paling lengkap, dikemas secara sederhana namun sangat mencekam sekaligus menjijikan. Saya sampai gemeteran nonton film ini. Akting Beatrice Dalle sebagai La Femme (wanita misterius) sangat bagus. Dua scene paling seram untuk saya adalah *****SPOILER UNTUK YANG BELUM NONTON***** saat Sarah menelepon dan La Femme ada di depan kaca sambil merokok lalu memukul kaca sampai retak, dan scene saat Sarah tertidur di sofa dan tidak menyadari bahwa si La Femme telah ada di dalam rumahnya dan berdiri di belakangnya, Oh My God, saya sampai ketakutan. *****SPOILER UNTUK YANG BELUM NONTON*****. Endingnya juga sangat SUPEEEEERRR!! Pantas bloody-disgusting sampai memberi 10 bintang untuk film ini.

***

Begitulah petualangan saya selama hampir satu tahun dengan lima film Perancis bergenre Horror/Thriller/Slasher yang full of gore and violences. Bagi anda yang ingin mencoba berpetualang mungkin harus siap-siap mental karena kebrutalan, dan banjirnya darah dalam film–film ini sangat mengganggu apalagi yang tidak terbiasa nonton film horror sadis (saya yang terbiasa aja gemeteran). Dan bagi yang sudah menikmati petualangan dengan lima film ini, pastilah masih banyak film lain yang lebih “sakit” toh. Hahahahaha.

©writtenbyrioaditomo040111

9 thoughts on “Kisah Saya dan Lima Film Perancis Paling Berpengaruh

  1. saya dah cari film inside tp nihhil.. dah hunting berbulan2 dan gak dapet2. kalo ada kopiannya… boleh atuh sy apa ya istulahnya.. pinjam, sewa ato beli? plis…

  2. Nonton frontiere udah dari 2 tahun yang lalu masih keingetan semua scene ngerinya. Sedangkam writer nnton sampe segitu banyak ? Thumbs 4 pake jempol kaki dengan nyalinya. Terimakasih banyak infonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s