Movie Review: Burlesque (2010)


Burlesque | Steve Antin | Christina Aguilera, Stanley Tucci, Kristen Bell, & Cher | Sony Pictures 2010

Apa jadinya bila seorang bintang besar sekelas Cher berkolaborasi dengan Christina Aguilera, salah satu penyanyi muda terbaik dekade ini? Jawabannya ada di Burlesque. Film drama musikal karya Steve Antin ini sudah dirilis di Amerika Serikat sejak akhir November tahun lalu dan baru saja di putar di bioskop – bioskop tanah air. Di negara “Paman Sam”, Burlesque terhitung film yang cukup sukses di pasaran karena mampu meraih peringkat Box Office yang memuaskan ditengah gempuran film – film besar seperti Harry Potter & The Deathly Hallows, Tangled, dan Megamind. Baru – baru ini Burlesque memenangkan Golden Globe Award dalam kategori Best Original Song untuk lagu You Haven’t Seen The Last of Me yang ditulis oleh Diane Warren dan dibawakan oleh Cher. Burlesque juga masuk dalam nominasi Best Motion Picture-Musical or Comedy di ajang yang sama namun harus rela diungguli The Kids Are Alright.


Alice Marilyn Rose alias Ali (Christina Aguilera) adalah gadis bersuara emas dari kota kecil di Texas yang ingin meraih mimpi sebagai seorang penyanyi profesional. Hidup sebatang kara sejak kecil membuat Ali tumbuh menjadi gadis yang pemberani dan percaya diri. Berbekal tekad yang kuat, Ali pergi ke Los Angeles untuk mewujudkan mimpi – mimpinya. Di LA, Ali “terdampar” di sebuah klub bernama Burlesque Lounge milik Tess (Cher) yang sedang dalam krisis ekonomi karena terlilit hutang. Dalam Burlesque Lounge inilah perjalanan Ali dimulai, dari kisah cintanya dengan Jack (Cam Gigandet) seorang bartender di Burlesque Lounge hingga persaingannya dengan Nikki (Kristen Bell) sang bintang panggung.

Dari segi cerita, film berdurasi 119 menit ini rasanya tidak menawarkan sesuatu hal yang baru dan cenderung biasa saja. Burlesque adalah tipikal Fairy Tale Story yang klise, sungguh disayangkan karena Burlesque ditulis oleh Diablo Cody yang kita kenal sebagai penulis film Juno (2007) yang cukup impresif. Debut penyutradaraan Steve Antin patut diberi acungan jempol karena menggarap film musikal tentunya tidaklah mudah, walaupun beberapa pengadegan musikal mengingatkan saya akan film drama musikal Chicago (2002) dan Dreamgirls (2006).

Debut akting Christina Aguilera dalam Burlesque bisa dikatakan cukup baik, Aguilera bermain tanpa beban dan kecanggungan, hal ini mungkin karena karakter Ali dengan Aguilera tidak jauh berbeda. Yang disayangkan adalah aura Ali di atas panggung tidak ada bedanya dengan aura Aguilera di atas panggung. Sebagai penggemar berat Aguilera, rasanya sulit membedakan antara Aguilera dan Ali, karena penampilan panggung Ali di Burlesque serupa dengan Aguilera di beberapa konsernya saat menyanyikan Lady Marmalade dan lagu – lagu dari album Back To Basics lengkap dengan wardrobe, setting panggung, koreografi, dan teknik vocal yang hampir sama. Saya seperti melihat konser Aguilera dengan lagu – lagu baru yang setipe dengan lagu – lagu di album Back To Basics yang bernuansa Jazzy dan Soulful. Saya rasa citra Aguilera terlalu kuat untuk karakter Ali, coba saja kalo Ali dikisahkan sebagai penyanyi country mungkin Aguilera akan terlihat lebih keras usahanya dalam berakting. Tetapi saya bangga karena Aguilera berhasil mengungguli saingannya Britney Spears yang lebih mengecewakan di Crossroads (2002) (No offense to all Britney lovers, I’m not a hater though). Aguilera memang lebih beruntung dari Spears karena mendapatkan naskah, pemain pendukung, dan momentum yang tepat dalam karier beraktingnya.

Jika bagi Antin dan Aguilera Burlesque adalah debut perdana, bagi Cher ini adalah jalan baginya untuk kembali eksis di dunia entertainment khususnya dunia perfilman yang cukup lama ditinggalkan. Cher membuktikan aktingnya masih bisa diperhitungkan dan mempunyai kelas. Kehadiran Stanley Tucci sebagai manajer Burlesque Lounge mengingatkan kita dengan karakter yang pernah dia perankan dalam The Devil Wears Prada (2006), sungguh tidak ada kejutan. Yang patut diperhatikan adalah akting Kristen Bell sebagai Nikki yang antagonis di film ini. Bell berakting dengan meyakinkan sebagai tokoh antagonis dengan rambut gelapnya karena kita terbiasa melihat Bell sebagai gadis pirang yang manis dan baik – baik dalam film – film komedi romantis seperti di When In Rome (2010) dan You Again (2010).

Nilai plus dari film ini adalah lagu – lagu yang enak di kuping, enak untuk bergoyang, dan enak di saat – saat mellow seperti Bound to You dan You Haven’t Seen The Last of Me. Album soundtrack-nya terdengar seperti perpaduan antara album Aguilera sebelumnya, Back To Basics dan Bionic. Overall, Burlesque bukanlah film yang buruk tapi juga bukan film yang akan mencengangkan anda. Burlesque sangat menghibur dan layak ditonton terlebih untuk para Fighters (fans – fans Christina Aguilera) yang pastinya akan selalu mendukung karier Christina Aguilera. Burlesque is worth to watch. So Fighters/Readers are you ready to show me how you Burlesque?

Movie Score (3,5/5)

Burlesque Official Trailer:


©written by rioaditomo 230111

2 thoughts on “Movie Review: Burlesque (2010)

    1. Hi moko, thx ya udah mau baca blog saya.. =)

      Yah,filmnya memang entertaining sekali tetapi dari segi cerita dan konflik2 yang ada kurang digali dengan baik. Tapi semua kembali ke masalah selera. Sebagai fans berat Christina saya berusaha tetap menuliskan review yang objektif, jujur kalau sesuai subjektifitas saya kasih 5 bintang untuk Burlesque.Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s