Movie Review: 127 Hours (2010)


127 Hours | Danny Boyle | James Franco & Amber Tamblyn | Fox Searchlight 2010

Aktor berbakat, James Franco, kembali memukau penonton lewat aktingnya dalam film 127 Hours produksi Pathe & Fox Searchlight Pictures. Film ini adalah karya terbaru dari Danny Boyle, sutradara peraih Academy Awards lewat film Slumdog Millionaire (2008). Selain nama besar Boyle dan Franco, 127 Hours juda didukung oleh aktris Amber Tamblyn (The Sisterhood of the Travelling Pants) dan Kate Mara (Iron Man 2). 127 Hours sudah diputar di beberapa festival film di Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang hangat dari pengamat – pengamat film. 127 Hours diganjar nominasi Best Actor dan Best Screenplay di ajang Golden Globe Awards.


Film 127 Hours ini diangkat dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Aron Ralston yang sempat dibukukan dengan judul “Between A Rock And A Hard Place”. Dalam film ini, Franco memerankan tokoh Aron Ralston, seorang pendaki gunung yang terjebak di sebuah ngarai bernama Blue John Canyon di Canyonlands National Park di daerah Utah. Dikisahkan pada 25 April 2003, Ralston pergi berpetualang ke Canyonlands tanpa sepengetahuan orang – orang terdekatnya. Disaat sedang menikmati keindahan Canyonlands, Ralston bertemu dengan dua gadis pendaki, Megan (Amber Tamblyn) dan Kristi (Kate Mara) yang sedang tersesat. Usai menolong Megan dan Kristi, Ralston malah tekena musibah yang menyeramkan, tangan kanannya terjepit batu besar di dalam ngarai yang sempit. Selanjutnya penonton dibawa dalam kisah hidup Ralston yang berjuang selama 5 hari untuk bisa lepas dari jepitan batu besar itu.

Secara teknis Biographical / Survival Movie ini didukung dengan tata sinematografi yang mampu secara maksimal mengabadikan keindahan pemandangan Blue John Canyon dengan baik sekaligus menggambarkan sisi yang mencekam dari keindahan ngarai – ngarai disana. Yang saya kagumi dari tata sinematografi 127 Hours adalah satu adegan saat Ralston terjepit batu, adegan diambil dengan angle Bird-Eye View dan di zoom-out perlahan hingga meng-capture satu scenery yang indah namun terdapat kengerian dibalik keindahan pemandangan itu. A.R Rahman kembali hadir sebagai penata musik setelah sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Boyle di Slumdog Millionaire. Rahman mampu menghasilkan alunan musik yang solid dengan adegan – adegan dalam 127 Hours sungguh perpaduan yang menarik.

Danny Boyle kembali menunjukan kemampuannya dalam menyutradarai sebuah film. Bagi saya penyutradaraan Boyle dalam 127 Hours lebih baik dari karya sebelumnya, Slumdog Millionaire. Boyle mampu menyampaikan pesan – pesan dan filosofi yang terdapat dalam 127 Hours dengan baik. Franco sebagai aktor utama selama durasi film berlangsung, mampu menggambarkan ekspresi – ekspresi dari Ralston dengan sempurna sehingga saya ikut merasakan emosi – emosi yang dirasakan Ralston dan ikut miris sekaligus senang melihat halusinasi – halusinasi Ralston yang menjadi berbeda tipis dengan realita. Sebenarnya film dengan genre seperti ini berpotensi menghadirkan kebosanan, tetapi Boyle, Franco, Tim D.O.P, dan A.R. Rahman mampu berkolaborasi dengan baik dan menghilangkan kebosanan yang mungkin tercipta.

Upaya keras kru film 127 Hours harus diberi penghargaan pasalnya lokasi syuting yang berupa ngarai – ngarai itu tidaklah mudah untuk dicapai. Kabarnya untuk sampai ke lokasi syuting kru harus naik helikopter lalu berjalan kaki dan mendaki medan yang tidak mudah. Karena lokasi yang sulit dijangkau itulah waktu syuting jadi tersita oleh waktu persiapan alat – alat untuk sampai di lokasi syuting dan waktu produksi jadi semakin molor.

Ada pesan – pesan positif yang tersurat dari 127 Hours dan mampu menyadarkan kita akan hal – hal kecil yang mungkin terlupakan namun berdampak besar. Saya diingatkan untuk tidak mengacuhkan orang tua khususnya ibu, dan harus meminta restu ibu sebelum melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat. Karakter Ralston juga menyadarkan saya bahwa untuk bertahan hidup, di situasi sesulit apapun kita harus punya fighting spirit, keyakinan dan tidak mudah menyerah. Ya, 127 Hours mampu menginspirasi dan memotivasi siapapun yang menonton film ini jadi saya sangat merekomendasikan film ini bagi anda semua, sangat worth to watch.

Movie Score (4/5)


©written by rioaditomo 240111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s