Movie Review: “?” (Tanda Tanya) (2011)


? (Tanda Tanya) a film by Hanung Bramantyo

“Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tapi di jalan setapaknya masing – masing. Semua jalan setapak itu berbeda – beda namun menuju ke arah yang sama, mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama yaitu Tuhan.”

-Rika-

***

Kemanakah perginya rasa toleransi antar umat beragama? Mengapakah kita harus menghakimi dan mendiskreditkan orang – orang yang berbeda? Apakah penting kita berperang dengan sesama manusia hanya karena perbedaan suku, ras, dan agama? Tidak kah kita menyadari bahwa kita adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, suku, bahasa, keyakinan, dan adat istiadat? Bukankah sedari dulu pendahulu kita selalu mengajarkan untuk saling bersatu apapun perbedaan diantara kita? Lalu mengapa kita harus saling bersitegang karena perbedaan sedangkan pada dasarnya kita seharusnya bangga dengan keanekaragaman di negara ini?

Hanung Bramantyo mengaku bahwa beliau prihatin dengan lunturnya rasa toleransi antar umat beragama di Indonesia. Karena itulah Hanung memberanikan diri untuk membuat sebuah film yang bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa negara ini adalah negara yang pluralis dan memberikan pemahaman kepada kita arti bertoleransi dengan sesama manusia untuk mencapai Indonesia yang damai dan maju. Mahaka pictures dan Dapur Film Indonesia bekerjasama memproduksi film berjudul ? (Tanda Tanya) yang mengangkat tema pluralisme suku, ras, dan agama di Indonesia yang sebenarnya masih cukup tabu untuk dibahas.

Berlatar di sebuah daerah di kota Semarang, ? (Tanda Tanya) berkisah tentang 3 keluarga yang hidup dalam keberagaman dan konflik mereka masing – masing. Ada keluarga keturunan Tiong-hoa, Tan Kat Sun (Hengky Solaiman) seorang pemilik restoran Chinese Food dan anaknya Ping-Hen/Hendra (Rio Dewanto) yang keras hati dan sulit diatur. Menuk (Revalina S. Temat) pegawai di restoran Koh Tan yang bersuamikan Soleh (Reza Rahadian) yang pengangguran. Rika (Endhita) seorang janda yang baru berpindah agama yang dekat dengan Surya (Agus Kuncoro) seorang aktor kelas figuran yang tak kunjung sukses.

Tema yang cenderung mengundang kontroversi, judul yang singkat tapi unik, sinopsis yang menarik, ensemble cast yang mumpuni, sederet promosi termasuk memberi teaser poster karakter, dan trailer yang kontroversial telah menimbulkan ekspektasi dan rasa ingin tahu yang tinggi bagi saya. Plot yang dihadirkan memang cukup menarik dan mampu dieksekusi dengan baik oleh Hanung kedalam sebuah tayangan berdurasi 100 menit walaupun memang sedikit kurang fokus pada pendalaman masing – masing karakter dan konfliknya juga pada bagian ending yang kurang maksimal. Sekali lagi Hanung membuktikan kepiawaiannya merealisasikan naskah yang kali ini ditulis bersama Titien Wattimena ke dalam bentuk suara dan gambar yang bagus dan mampu menyampaikan pesan dan makna film ini dengan jelas. Tata sinematografi yang dihadirkan Yadi Sugandi dalam film ini sangat memanjakan mata, banyak gambar – gambar dengan angle dan komposisi yang menarik termasuk gambar – gambar di opening scene yang memberi kesan harmonis antara tiga rumah peribadatan. Ilustrasi musik yang dikerjakan oleh Tya Subiakto memang tidak semegah film Hanung terdahulu, Sang Pencerah, tetapi untuk porsi film ini rasanya sudah cukup.

Dari deretan pemain tidak banyak yang tampil cemerlang bahkan pemain utama seperti Revalina tampil sangat aman karena karakter Menuk – Menuk lain sudah pernah dimainkan Reva baik di film dan sinetron. Anehnya disaat semua orang berbahasa Jawa dan setidaknya dengan aksen Jawa, Menuk di setiap dialognya terdengar berdialek seperti anak kota dan di beberapa adegan seperti beraksen sunda. Reza Rahadian meskipun terlihat total dengan emosi yang baik saat menjadi sensitif dan pemarah, tetapi tetap saja masih terlihat membosankan. Untuk akting Rio Dewanto yang masih hijau di dunia perfilman menurut saya cukup baik. Yang menurut saya mampu memperlihatkan dan menghidupkan karatker masing – masing adalah Hengky Solaiman, Agus Kuncoro, dan Endhita. Aktor senior sekelas Om Hengky Solaiman memang sudah tidak perlu diragukan, beliau memang terlihat sangat mendalami karatker Koh Tan, begitu juga dengan Agus Kuncoro salah satu aktor watak di Indonesia yang mampu memerankan karakter apa saja. Endhita bermain pas dan seperti benar – benar seperti menjadi tokoh Rika. Endhita dan Agus Kuncoro memperlihatkan chemistry yang sangat baik di setiap scene yang melibatkan mereka berdua sehingga dibanding cerita yang lain kisah Surya dan Rika sebenarnya adalah kisah yang paling menarik dan paling menghibur juga penuh makna.

Dibalik segala kontroversi tentang film ini yang dinilai mengajarkan sesuatu paham pluralisme yang menyesatkan dan oknum – oknum ormas yang tidak suka dengan isi dan karakter dalam film ini, ? (Tanda Tanya) menurut saya sudah dengan baik menyampaikan maksudnya untuk menanamkan dan menyadarkan kita untuk bertoleransi guna mencapai negara yang kuat. Dalam film ini Hanung tidak sama sekali menggambarkan solusi atas isu yang diangkatnya tetapi setidaknya Hanung telah mencerminkan bahwa setiap agama itu baik, tidak ada yang mengajarkan kekerasan dan justru karena kebodohan manusia dan lunturnya toleransi beragama malah memecah – belah negara kita dan memicu keributan. Jadi “Masih Pentingkah Kita Berbeda?” dan “Masih Pentingkah Kita Mempermasalahkan Perbedaan Itu?”


*NB: ? (Tanda Tanya) hanyalah sebuah film dengan niat untuk menghibur dan memberikan pemahaman tentang pentingnya bertoleransi di negara ini. Jangan menghakimi jika belum menonton.

Movie Score (4/5)

Kunjungi Official Website ? (Tanda Tanya) Film: “DISINI”

TRAILER FILM ?:

©writtenbyrioaditomo120411

kembali membawa hits dari albumnya Teenage Dream kali ini Perry tidak sendiri, si cutie kitty ini menggandeng rapper super genius Kanye West dalam versi remix dari lagu “E.T (Extra Terrestrial)”. Tembang E.T ini semakin memantapkan karier bermusik Katy Perry dan tentunya memantapkan album Teenage Dream sebagai album pop dengan content lagu – lagu yang ear-catching dan menjual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s