Movie Review: The Roommate (2011)


The Roommate | Chrisitian E. Christiansen | Leighton Meester, Minka Kelly, & Cam Gigandet | Screen Gems 2011

2000 Collages, 8 Millions Roommates, WHICH ONE WILL YOU GET?”
-The Roommate’s Tagline-

Satu alasan saya begitu menggebu – gebu ingin menonton film The Roommate ini adalah “Leighton Meester”. Ya, Leighton adalah salah satu aktris favorit saya sejak si cantik ini berhasil mencuri hati saya lewat perannya sebagai Blair Waldorf yang bitchy  dan menggoda dalam serial Gossip Girl. The Roommate berhasil menjadi nomor satu dalam tangga Box Office pada awal Februari 2011 lalu bahkan mampu mengalahkan perolehan jumlah penonton film Sanctum yang diproduseri oleh sutradara fenomenal, James Cameron (Titanic, Avatar). Dengan trailer yang menjanjikan, perolehan Box Office yang bagus, dan dukungan pemain – pemain muda berbakat tentunya meracuni hati saya untuk semakin penasaran akan filmnya.

Kisah dimulai saat Sara Matthews (Minka Kelly) masuk sebagai mahasiswi baru di ULA dan tinggal di sebuah asrama disana. Secara kebetulan Sara mendapatkan seorang teman sekamar yang kaya raya tapi tidak gaul bernama Rebecca Evans (Leighton Meester). Hari – demi hari berlalu di asrama tersebut, jalinan persahabatan antara Rebecca dan Sara semakin erat tetapi lama – lama Rebecca terlihat sangat overprotektif pada Sara dan mau melakukan apa saja demi menarik perhatian Sara. Siapapun yang menyakiti Sara dan yang menggangu hubungannya dengan Sara akan diberi pelajaran. Ternyata dibalik kecantikan dan keluguannya, Rebecca menyimpan kelainan yang membuatnya menjadi gadis psikopat.

Entah karena daya pikat trailernya atau kehadiran Leighton Meester di film ini yang membuat The Roommate bisa meraup banyak keuntungan secara komersil karena menurut saya secara keseluruhan film ini sangat mengecewakan. Ide cerita yang ditawarkan memang sudah sangat umum dan mungkin ada beberapa judul film yang sudah memakai premis yang sama seperti The Roommate tetapi saya rasa ide cerita ini jika di-treat dan dikembangkan dengan baik akan tampil lumayan. Banyak adegan – adegan aneh dan tidak masuk akal dan sebagai film yang ingin disebut Thriller tidak banyak adegan yang menegangkan adrenalin disini (kalau menegangkan yang lain ada). The Roommate benar – benar memiliki potensi besar untuk beranjak ke arah Thriller dan Slasher tetapi sutradaranya, Christian E. Christiansen, sama sekali tidak mengeksplorasi dan mengeksekusi cerita dengan baik dan benar.

Dari segi akting, menurut saya sama sekali tidak ada yang istimewa. Minka Kelly yang menjadi tokoh protagonis disini benar – benar menyebalkan karena sama sekali tidak ada yang bisa dibanggakan dari aktingnya. Jangan tanya bagaimana Cam Gigandet (Burlesque) dan Alyson Michalka (Easy A) berakting dalam film ini, sangat tidak ada yang berkembang dalam kemampuan akting mereka karena sepertinya mereka memerankan tokoh yang sama dari film sebelumnya ke film ini. Nina Dobrev, aktris serial Vampire Diarries juga hadir dalam film ini meskipun hanya dalam beberapa scene, ya walaupun tidak ada pengaruhnya juga karena siapapun juga bisa menggantikan Nina sebagai Maria.

Rasa kecewa saya akan film The Roommate ini agaknya tidak terlalu parah karena alasan utama saya untuk melihat kualitas akting Leighton Meester dapat terpenuhi dengan baik. Thanks to Leighton yang membuat film ini benar – benar hidup diantara ketidak normalan jalan cerita dan kegersangan akting pemain lainnya di film ini. Meester mampu membuktikan bahwa dia bisa berakting dan tidak terperangkap dalam karakter Blair Waldorf yang memang terlanjur melekat pada dirinya. Leighton Meester mampu menghadirkan ketegangan dalam film ini lewat ekspresi, mimik, dan gesturnya sebagai Rebecca yang sakit namun terkadang menjadi seksi dan binal. Saya memuji akting Meester bukan karena saya fans-nya tetapi jika kalian menonton pasti akan merasakan hal yang sama.

Dengan berat hati saya memberikan penilaian yang cukup jelek untuk film ini. Kalau saja ada adegan – adegan yang lebih thrilling dan berdarah – darah saya akan memakai slogan forget the plot enjoy the blood, tetapi untuk The Roommates sepanjang film saya hanya memakai slogan “I Love Leighton Meester” sebanyak mungkin apalagi saat kebosanan mulai memuncak. Fakta menarik dalam film ini adalah Leighton Meester dan Minka Kelly benar – benar mirip satu sama lain walaupun Leighton Meester tetap yang paling oke. Saran saya tontonlah film ini saat berkumpul dengan teman – teman sambil ngobrol tidak perlu terlalu serius.

Rebecca, We were never friends
-Sara, The Roommate-

Movie Score (2,5/5)

The Roommate Official Trailer:

Visit The Roomate Official Website: www.theroommate-movie.com

©writtenbyrioaditomo220411

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s