Movie Review: Confessions (告白 Kokuhaku) (2010)


Confessions (告白 Kokuhaku) | Tetsuya Nakashima | Takako Matsu | 2010

“This is my revenge. I have plunged you into the depths of hell. This is the first step toward your redemption. Just messing with you.
Moriguchi

Film yang bertema balas dendam memang sudah banyak diproduksi di berbagai negara, entah sudah berapa judul film yang menggunakan tema tersebut. Uniknya walaupun banyak film menggunakan tema yang sama selalu saja ada cara bagi para sineas untuk mengeksekusi film – film bertema balas dendam agar tidak membosankan walaupun tidak semua hasilnya bagus. Salah satu film bertema revenge/vengeance/balas dendam yang berhasil membuat saya tercengang dan sukses mengaduk – aduk perasaan serta emosi saya adalah, Confessions (Kokuhaku), sebuah film produksi Jepang yang rilis tahun 2010 lalu.

Pada hari terakhir mengajar, Yuko Moriguchi (Takako Matsu), membeberkan sebuah fakta yang mencengangkan perihal kematian anak tunggalnya, Manami, yang meninggal dunia akibat tenggelam di dalam sebuah kolam renang. Pengakuan Moriguchi begitu mengagetkan semua siswa di kelas dan berhasil membuat suasana kelas menjadi tegang dan serius. Dalam pengakuannya, Moriguchi menyebutkan dua nama Siswa “A” dan siswa “B” yang diduga telah bersekongkol membunuh Manami. Akibat pengakuannya itu, kehidupan siswa “A” dan “B” akhirnya menjadi berantakan. Tanpa disadari melalui pengakuannya itu, Moriguchi telah memulai membalaskan dendamnya dengan cara yang cantik dan berkelas. Siapakah Siswa “A” dan “B” itu? Bagaimana cara Moriguchi membalaskan dendamnya?

Tidak ada kalimat yang bisa terucap saat selesai menonton Confessions ini selain, “ANJ*NG!! Keren banget!!”. Confessions adalah sebuah sajian film yang begitu absurd dan nyeleneh yang mampu membuat penonton tercengang dengan mulut menganga dari awal hingga akhir film. Jujur saya belum pernah menonton film arahan sutradara Tetsuya Nakashima yang lainnya tetapi melihat film ini berdiri begitu lantang dengan jalan cerita dan sajian visual yang unik membuat saya yakin pasti karya yang lain lebih bagus atau sama bagusnya dengan Confessions ini.

Film yang menjadi film Official Selection untuk mewakili Jepang di ajang Academy Awards ke-83 sebagai Best Foreign Language Film ini menghadirkan plot yang unik dengan alur maju mundur dan twist yang berlapis lengkap dengan ending super cerdas dan efek visual yang menakjubkan. Durasi sekitar 106 menit tidak membuat film ini membosankan, justru semakin mengasyikan untuk disimak apalagi pada bagian – bagian akhir film. Confessions saya rasa cukup lengkap dengan drama yang kental dibalut sedikit nuansa yang dark, sedikit satir, dan ada juga adegan berdarah – darah yang cukup disturbing. Secara teknis, sajian sinematografi, angle yang diambil, komposisi gambar, tata suara, hingga efek slow motion yang sepertinya dibuat untuk mendramatisir cerita mampu bersatu dengan solid. Uniknya Tetsuya Nakashima tidak membalut tampilan Confessions ini dengan terlalu gelap, bahkan banyak gambar – gambar dan musik yang bertolak belakang dengan mood film ini, tapi sungguh menyenangkan sekali. Dari segi akting, semua pemainnya juga mampu bekerja sama membangun Confessions menjadi film sungguh sayang untuk dilewatkan. Confessions give us a new taste of revenge, enjoy.

Movie Score (5/5)

©writtenbyrioaditomo080511

2 thoughts on “Movie Review: Confessions (告白 Kokuhaku) (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s