Music Review: Born This Way – Lady Gaga (Album)


Lady Gaga | Born This Way | RedOne, Fernando Garibay, DJ White Shadow, & RJ "Mutt" Lange | Interscope Records, Streamline, & Kon Live

“The album is a marriage of electronic music with major, epic, dare I even say, metal or rock ‘n’ roll, pop, anthemic style melodies with really sledge-hammering dance beats.”
Lady Gaga

Stefani Joanne Angelina Germanotta yang kita kenal sebagai sosok kontroversial nan eksentrik, Lady Gaga, pada 23 Mei lalu telah resmi merilis album terbarunya yang diklaim oleh Gaga sebagai The Greatest Album of This Decade seperti penggalan kalimat dari Gaga dalam sebuah wawancara, “I promise to give you the greatest album of this decade, just for you”. Album bertajuk Born This Way ini memang gaungnya telah digembar – gemborkan sejak pertengahan 2010 lalu saat Gaga memulai menyanyikan teaser lagu Born This Way dalam MTV VMA dan beberapa event music lainnya. Dengan strategi marketing yang amat heboh termasuk dengan menggunakan situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook, telah membuat Born This Way begitu ditunggu – tunggu tidak hanya para Little Monsters (sebutan untuk Fans Lady Gaga) melainkan juga para pencinta musik di seluruh dunia.

Album terbaru Lady Gaga ini sejak peluncurannya telah terjual jutaan kopi sehingga menempatkan albumnya sebagai jawara di chart Billboard Hot 200 Album di pekan awal peluncurannya. Sebelum Born This Way diluncurkan Gaga telah merilis dua buah single sejak februari 2011 yakni Born This Way dan Judas, disusul dengan single ketiga The Edge of Glory dan beberapa promotional single seperti Hair dan You & I. Lalu bagaimana performa album Born This Way ini? Apakah memang pantas disebut sebagai Best Album of a Decade?

Lady Gaga memang tidak setengah – setengah dalam menggarap album Born This Way ini terlihat dari usahanya yang begitu besar untuk merampungkan album ini. Tidak hanya menulis semua lagu dalam album ini Gaga juga terlibat secara keseluruhan dalam penggarapan album ini sampai ke hal – hal kecil hingga akhirnya rampunglah Born This Way yaang sebelum resmi diluncurkan dalam bentuk CD telah di leaked online selama sehari penuh oleh pihak label lalu semua link downloadnya dihapus pada esok harinya. Album yang diproduseri oleh Gaga dan beberapa musisi hebat seperti RedOne, Fernando Garibay, DJ White Shadow, dan RJ “Mutt” Lange ini dijual dalam dua versi yaitu edisi standar yang berisi 14 lagu dan edisi deluxe yang berisi 17 lagu dan sebuah cd berisi beberapa lagu remix dalam album Born This Way tersebut.

Album terbaru Gaga ini secara keseluruhan memang terdengar kental dengan sentuhan electronika dan unsur – unsur musik tahun 70’an, 80’an, dan 90’an. Gaga berhasil meng-cover banyak genre musik dalam album ini mulai dari Eurodance, House Music, Heavy Metal, Rock, hingga Country. Berbeda dengan album The Fame yang walaupun ada sentuhan music 90’an tetapi tetap banyak berisi materi musik modern. Sebenarnya jika kita mendengar album The Fame Monster kita akan melihat benang merah album EP (Extended Play) tersebut sebagai jembatan ke album LP (Long Play) Born This Way ini. Lewat The Fame Monster Gaga sebenarnya sudah memberi teaser pada pendengar akan seperti apa musik Gaga dalam album selanjutnya. Gaga telah meninggalakan kesan pop generik dari album The Fame dengan musikalitas yang lebih mature lewat Born This Way ini dengan mencurahkan seluruh isi hatinya di tiap – tiap lagu sehingga suara Gaga hampir selalu emosional di tiap track di album ini. Gaga juga sudah menemukan pattern yang solid dalam menciptakan sebuah lagu yang akan menjadi ciri khasnya, maka jangan kaget banyak lagu yang rumusnya mirip Bad Romance.

Born This Way mengangkat berbagai tema yang lebih kompleks dan dark dibanding album – album Gaga sebelumnya. Tema yang ditawarkan memang bermacam – macam mulai dari kecintaan Gaga pada Amerika Serikat, Seksualitas, Kemarahan, Energi Positif, Pelacuran, Lesbian, Gay, sampai lagu cinta yang tidak ‘menye – menye’ seperti tipikal lagu cinta lainnya. Semua lagu dikemas dengan lirik yang mengandung metafora, unik dan kontroversial. Kemampuan Gaga menulis lirik – lirik nyeleneh tetapi bermakna membuat Born This Way ini semakin bertenaga tidak hanya lewat vocal yang prima dan instrument yang menggelegar. Cover dan isi booklet Born This Way yang di design dan fotografinya dibuat oleh Nick Knight (Sutradara Video Klip Born This Way) ini pun makin membuat keseluruhan album ini menjadi karya yang solid dan well-produced.

Dari 17 lagu edisi deluxe album Born This Way ini (minus CD 2) ada beberapa lagu yang memang patut dicatat karena mampu memberikan kekuatan ekstra dalam album ini dan berpotensi menjadi hits tentu saja diluar tiga single utama yakni Born This Way, Judas, dan The Edge of Glory. Yang mampu mencuri perhatian saya antara lain:

Government Hooker Sebuah lagu yang kental nuansa electronika-nya dan sangat terdengar Madonna sekali di tahun 80’an dengan irama disko dan house. Bagian lady Gaga berteriak Hooker (Hokkaaa) terus menempel di kepala saya setelah pertama kali mendengar.

Americano sepertinya adalah upgrade version dari Alejandro sebuah lagu bernuansa Amerika Latin yang fun tapi bertema cukup dark dan kontroversialm karena bercerita tentang pasangan lesbian di LA. Pertama mendengar lagu ini saya merasa sangat kesal karena gaya bernyanyi Gaga yang menyebalkan di lagu ini tetapi semakin kuping saya menolak mendengarkannya semakin otak saya meminta Americano untuk diputar berulang – ulang di MP3 player saya.

Hair menunjukkan kehebatan Gaga dalam menggabungkan unsur musik 80’an dan 90’an dengan sentuhan electropop modern. Dibuka dengan nuansa Heavy Metal hingga bait pertama dan chorus dilalui dengan sedikit sentuhan Jazz lewat alunan saxophone dari Clerence Clemons personil The E Street Band lalu dilanjutkan dengan bagian hook dan bait kedua yang terdengar lebih modern dengan sentuhan synthesizer lalu kembali bercampur antara music Jazz, Heavy Metal, dan Techno, sungguh sangat brilian.  Kekuatan magis Hair ditambah olah vocal Gaga yang bertenaga dan dengan tema lagu yang memotivasi orang untuk percaya diri sungguh sebuah sajian musik yang megah.

Bloody Mary Satu lagi karya epic dalam album Born This Way ini. Lagu bertempo sedang dengan tema sedikit religius dan dikemas dengan musik yang catchy ditambah koor yang menambah kesan dark dan misterius dalam lagu ini. This is my favorite song from the album.

Bad Kids track yang satu ini terdengar fun dan sangat cocok dengan kepribadian Gaga dan mungkin akan menjadi anthem anak – anak abg yang sedang mencari jati diri dari sosok anak baik – baik dan menjadi anak nakal. Dengan sentuhan disko 70-an dan sedikit unsur rock, Bad Kids menjadi karya yang catchy dan menyenangkan.

You and I Lagu Ballad yang sedikit bernuansa seperti lagu Speechless dari album The Fame Monster ini terdengar paling stand out (menurut saya). You & I terdengar powerful dengan sentuhan dum-dum clap beat yang diambil dari lagu We Will Rock You milik Queen, iringan distorsi gitar dan ambience musik country dan rock & roll. Dalam lagu ini Gaga bekerja sama dengan RJ “Mutt” Lange, mantan suami Shania Twain yang berada dibalik kesuksesan album Come Over milik Shania akhir 90’an.

Secara keseluruhan Born This Way memang benar – benar megah dengan durasi panjang diisi dengan kualitas vokal, lagu, instumen, dan lirik yang luar biasa, emosional, dan meledak – ledak. Banyaknya lagu yang menggunakan formula ciri khas Gaga dalam membuat sebuah karya musik membuat hampir semua lagu dalam album ini jadi terdengar seragam dan repetitif dan agak membosankan untuk didengar. Tetapi hebatnya Gaga walaupun durasi album edisi deluxe ini lebih panjang dan beberapa lagu terdengar membosankan dan (rasanya) ingin di-skip tetapi saya yakin dengan kekuatan magis album ini akan membuat tiap lagu terngiang – ngiang di kepala dan lama kelamaan membuat pendengar jatuh cinta pada album dan seluruh materi di dalamnya. Jangan heran jika saat ini tidak menyukai salah satu lagu dalam album ini tetapi pada masa mendatang justru sangat menyukainya.

Mencerna dan mengksplorasi tiap track dalam album Born This Way ini akan memakan waktu yang lama sehingga tidak mudah dilupakan dalam waktu sekajap seperti album – album pop kebanyakan. Jika anda Little Monster edisi deluxe Born This Way memang menjadi pilihan yang bagus tetapi kalau anda tidak terlalu menyukai Gaga edisi standar bisa jadi pilihan yang bijak. So what are you waiting for? Born This Way is one of the most anticipated album in 2011 and sure this is a worth to buy album, grab the CD in music store near you!!

Tracklist:

Standard Edition:

“Marry the Night”
“Born This Way”
“Government Hooker”
“Judas”
“Americano”
“Hair”
“Scheiße”
“Bloody Mary”
“Bad Kids”
“Highway Unicorn (Road to Love)”
“Heavy Metal Lover”
“Electric Chapel”
“You and I”
“Edge of Glory”

Deluxe Edition:

Disc One Include These Bonus Track:
“Black Jesus † Amen Fashion”
“Fashion of His Love”
“The Queen”

Disc Two The Remixes:
“Born This Way” (Country Road Version)
  “Judas” (DJ White Shadow Remix)
“Marry the Night” (Zedd Remix)
“Scheiße” (DJ White Shadow Mugler)
“Fashion of His Love” (Fernando Garibay Remix)

Album Score (4,5/5)

©writtenbyrioaditomo080611

4 thoughts on “Music Review: Born This Way – Lady Gaga (Album)

  1. Bloody Mary is nice, but I prefer Heavy Metal Lover. Tetapi entah kenapa saya tidak menemukan satu lagupun yang bikin saya tergila-gila seperti Bad Romance. Bad Romance tetap jadi masterpiece, tak tergantikan setidaknya sampai album Born This Way ini. Saya tidak sabar menunggu album Gaga berikutnya. Sudah lihat Gaga menyanyikan Princess Die yang katanya akan jadi lagu di album barunya nanti? Princess Die menarik, tetapi entah kenapa temanya yang agak putus asa itu seperti 180 derajat berbeda dari Born This Way yang penuh harapan dan semangat.

    Review yang mendalam, keren! Nice blog, too!

    1. Hai Akbar Thanks for your point of view. Saya setuju kalau tak ada satupun dalam Born This Way yang menggemparkan seperti Bad Romance tetapi Overall materi album ini tetap mumpuni.

      Saya meyakini sih kalau ada karya yang terbaik dari seorang penyanyi belum tentu bisa diulangi dalam hitungan tahun bahkan bisa jadi tidak menemukan lagi karya yang sama gregetnya dengan yang paling Masterpiece. Sudah hukum alamnya. Hahaha.

      Saya belum mendengar Princess Die biarkan menjadi sebuah kejutan saat rilis resmi nanti. Makasih sudah mampir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s