Movie Review: Insidious (2011)


Insidious | James Wan | Patrick Wilson, Patrick Byrne, Barbara Hershey, & Ty Simpkins | FilmDistrict 2010

I went into Dalton’s room… there was something in there with him. It was standing in the corner. I asked it, “who are you?” It said “a visitor.” I then asked it, “what do you want?” It said Dalton.
Lorraine Lambert

Sudah lama sekali rasanya saya tidak ditakut – takuti sosok hantu dalam film hollywood, akhir – akhir ini saya kebanyakan dibuat geli dan tegang oleh film – film horror Hollywood dengan genre slasher dan thriller-nya. Tahun 2009 lalu sebenarnya ada film Drag Me To Hell dengan tokoh hantu nenek – nenek yang cukup menyeramkan tetapi sepertinya agak kurang greget buat saya. Sampai suatu hari di awal bulan mei lalu, saya membaca tweet teman – teman saya yang mengaku telah dibuat ketakutan akibat menonton film berjudul Insidious (berbusuk hati). Akibat rasa penasaran yang tinggi akhirnya saya memutuskan untuk menonton film tersebut di malam hari dengan suasana gelap gulita dan headset menempel di telinga. Lalu bagaimanakah hasilnya? Apakah memang seperti yang orang – orang bicarakan? Apakah memang seram?

Josh Lambert (Patrick Wilson) dan Renai Lambert (Rose Byrne) adalah pasangan suami istri yang berbahagia, mereka memiliki tiga orang anak yang lucu – lucu. Keluarga Lambert baru saja pindah ke sebuah rumah yang besar dan sedikit menakutkan. Awalnya Renai sudah merasa ada hal – hal ganjil yang terjadi di rumah tersebut tetapi Ia tidak mempedulikannya sama sekali. Pada suatu hari saat bermain di dekat loteng si sulung Dalton (Ty Simpkins) terjatuh dari tangga ketika Ia berusaha menyalakan lampu. Malangnya nasib Dalton karena setelah kejadian itu dia malah berada dalam keadaan koma padahal hanya terdapat luka memar biasa. Tiga bulan berlalu dan Dalton masih saja tidak sadarkan diri padahal dokter menyatakan bahwa kondisi kesehatan Dalton cenderung stabil. Dengan berat hati akhirnya Renai dan Josh memutuskan untuk merawat Dalton di rumah tetapi ternyata pilihan mereka salah karena sejak kepulangan Dalton ke rumah tersebut suasana jadi semakin mencekam termasuk dengan adanya penampakan – penampakan makhluk gaib.

Sejak adegan pembuka, Insidious mampu memberikan sensasi yang mistis dan membuat bulu kuduk saya merinding. Buat saya opening scene Insidious ini seakan – akan mengingatkan saya untuk bersiap – siap akan kehadiran adegan – adegan selanjutnya yang lebih mencekam bak menaiki roller-coaster. Tetapi setelah berjalan ternyata intensitas keseraman Insidious kendor juga pada bagian klimaksnya dengan ending yang sebenarnya bagus tetapi sangat biasa sekali tipikal film horror Hollywood lainnya. Kekuatan Insidious yang menakutkan memang karena ditunjang oleh jajaran produser, penulis, dan sutradara yang memang mumpuni untuk soal film horror. Insidious ini disutradarai oleh James Wan dan ceritanya ditulis oleh Leigh Whannell yang pernah berkolaborasi membuat film slasher SAW dan diproduseri oleh Oren Peli yang sukses besar lewat mockumentary movie, Paranormal Activity. Mereka inilah yang telah berhasil membangun kengerian dalam film Insidious ini dan karena sang sutradara dan penulis berdarah Asia membuat Insidious ini begitu mengena seramnya.

Ya, Insidious memang seram dan dilengkapi dengan penampakan – penampakan nenek – nenek, anak kecil, makhluk hitam dan tinggi besar sudah cukup bisa membuat saya menutup mata. Kengerian penampakan dalam film Insidious ditambah scoring yang maha dahsyat dari Joseph Bisahara membuat film ini semakin creepy dan mampu membuat saya terkaget kaget sampai berkata “Anj*ng!”. Semua pemain juga berperan aman sesuai porsi mereka termasuk Barbara Hershey yang beberapa waktu lalu tampil gemilang dalam Black Swan. Sayangnya meskipun dikemas dengan klasik seperti horror – horror Hollywood 80’an bagian akhir Insidious ini agak mengecewakan mengingat sejak awal sudah dibangun dengan amat sangat intens dan menjanjikan. Meskipun endingnya agak mengecewakan dan membuka peluang untuk adanya sekuel, Insidious tetap mampu menghadirkan tontonan yang seram dan bermutu. Jadi karena sebentar lagi Insidious akan tayang di bioskop Indonesia, film ini bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan waktu santai menonton film ini dengan pacar atau keluarga.

Movie Score (4/5)

©writtenbyrioaditomo090611

One thought on “Movie Review: Insidious (2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s