Movie Review: Catatan Harian Si Boy (2011)


Catatan Harian Si Boy | Putrama Tuta | Ario Bayu, Carissa Puteri, Onky Alexander, Didi Petet, Poppy Sovia | 2011 | 700 Pictures, Masima Contents + Channels, TUTA Media Corporation, dan Parkit Film

kalau lo kabur sekarang berarti lo simpen tai disini.. nanti lo juga bakalan lempar tai ditempat lain juga.. dan lama-lama dunia ini bakalan penuh sama tai lo!
Andi, Abimana-

Setidaknya hingga anak – anak yang tumbuh di tahun 90’an seperti saya mengenal sosok Raden Ario Purbo Joyodiningrat alias Boy (meskipun tidak mendalam), tokoh legendaris dari film yang sangat fenomenal di tahun 80’an, Catatan Si Boy yang disutradarai oleh Nasri Cheppy (alm). 1 Juli 2011 lalu seorang sutradara muda, Putrama Tuta, membangkitkan kembali tokoh Boy dalam seri terbarunya yang diberi judul Catatan Harian Si Boy. Film hasil kerjasama 700 Pictures, Masima Contents + Channels, TUTA Media Corporation, dan Parkit Film ini membawa kembali kenangan para pencinta Catatan Si Boy ke dalam versi terbaru dengan pemain yang fresh dan setting metropolitan masa kini. Tunggu dulu, Catatan Harian Si Boy ini bukanlah remake atau sekuel, menurut sang sutradara film ini adalah regenerasi dari film sebelumnya. Lalu bagaimana sebenarnya kisah Catatan Harian Si Boy? Apakah mampu menyaingi ketenaran seri – seri sebelumnya? Apa yang ditawarkan sang sutradara dari film ini?

Satrio (Ario Bayu) adalah seorang montir di bengkel milik Nina (Poppy Sovia) yang gemar kebut – kebutan di jalanan akibatnya lelaki bertubuh kekar ini harus rela keluar masuk tahanan. Suatu hari saat (lagi – lagi) ditangkap polisi, Satrio bertemu dengan Natasha (Carissa Puteri) yang sedang kebingungan di kantor polisi karena barang – barangnya tertinggal di dalam mobil pacarnya, Nico (Paul Foster), yang dibawa lari sebagai jaminan hutang oleh Jeffry (Leroy Osmani). Dengan sedikit trik akhirnya Satrio, yang baru saja dibebaskan dari tahanan, akhirnya bisa membujuk Natasha untuk diantarkan pulang. Dalam perjalanan mengantar Natasha, Satrio menemukan fakta bahwa Natasha sedang dalam kesulitan. Nuke, Ibu Natasha, sedang menderita sakit parah dan di tangannya selalu memegang buku harian milik Boy (Onky Alexander), mantan kekasihnya. Akhirnya Satrio bersama teman – temannya, Andi (Abimana) dan Herry (Albert Halim) bersedia membantu Natasha untuk mencari Boy dengan bantuan buku catatan hariannya. Satrio dan kawan – kawan tidak dapat dengan mudah mencari Boy karena sosok Boy sekarang sudah jauh berbeda dengan Boy yang dulu belum lagi hambatan dari Nico, kekasih Natasha, yang cemburu pada Satrio.

Sebelum filmnya resmi dirilis Catatan Harian Si Boy sudah gencar melakukan promosi lewat media online seperti Social Networking, Website, dan Forum di Internet, maka tidak dinyana lagi gaung film ini sudah sangat besar terdengar di jagat dunia maya. Berbekal rasa keingintahuan saya tentang film ini setelah melihat trailernya dan membaca respon positif dari teman – teman movie blogger, akhirnya saya rela menempuh perjalanan hidup dan mati (berlebihan) selama tiga setengah jam untuk menonton film ini (berhubung di kota saya, Sukabumi, tidak ada bioskop). Setelah 98 menit menikmati film ini, akhirnya saya keluar dari teater bioskop di kota Bogor dengan wajah sumringah. Ya, Catatan Harian Si Boy telah berhasil menghibur saya dan membayar sakitnya pantat saya selama perjalanan ke Bogor. Saya seolah melupakan penderitaan yang selanjutnya harus saya hadapi yakni jalan pulang menuju Sukabumi akibat kepuasan setelah menonton film yang naskahnya ditulis oleh Priesnanda Dwisatria dan Anggy Ilya Sigma ini.

Sebagai film perdana dari sutradara debutan, Putrama Tuta, Catatan Harian Si Boy ini sudah sangat memuaskan. Dari opening scene, film sudah dibangun dengan mood yang elegan, mewah, dan modern. Adegan Drift oleh Stunt, pembalap Rifat Sungkar, mampu mencuri perhatian saya dan menunjukkan kepiawaian sang sutradara mengolah gambar bersama kamerawan dan tim D.O.P. Tidak hanya memberikan tata sinematografi yang indah, Putrama Tuta juga mampu membangun kisah dari naskah ke dalam bentuk visual yang klop. Selain sang sutradara dan tim penata gambar, tim penata musik, dan penulis naskah juga perlu diberi acungan jempol karena mampu memberikan scoring yang enak, plot yang menarik, serta dialog yang cerdas, lugas, dan menggelitik. Meskipun terkadang saya merasa ada bagian yang terlalu banyak dialognya tetapi semua tertutupi oleh campuran teknik kamera, sinematografi, musik, dan tata suara yang solid. Percayalah banyak dialog dalam film ini yang memiliki makna dan filosofi yang baik meskipun disampaikan dalam bentuk yang nyeleneh.

Dari jajaran pemain, Catatan Harian Si Boy sungguh menunjukan kehebatan Casting Director dari film ini karena mampu meng-cast pemain – pemain yang sangat cocok dengan peran mereka masing – masing. Sang sutradara juga dengan pandai memberikan porsi untuk tiap – tiap cast dalam film ini agar penonton ikut jatuh cinta tidak hanya pada tokoh sentralnya (Satrio, Natasha, dan Nico) tetapi pada semua tokoh pembantu utama (Nina, Andi, Herry, dan Putri). Semua jajaran pemain muda mampu memberikan kualitas akting yang menawan dan semua menarik perhatian saya. Ario Bayu menurut saya aura dan kharismanya sangat kuat saat memerankan tokoh Satrio dalam film ini, begitu juga dengan Poppy Sovia yang berperan sebagai Nina, pemilik bengkel yang tomboy tapi seksi. Tidak menutup kemungkinan banyak remaja wanita yang setelah menonton film ini akan mendambakan sosok Ario Bayu/Satrio sebagai pria idaman mereka. Kehadiran Abimana sebagai Andi dan Albert Halim sebagai Herry mampu memberikan angin segar dalam film ini, mereka berdua bisa jadi sebagai penolong dalam film ini karena menurut saya Catatan Harian Si Boy akan berakhir menjadi sebuah film drama yang membosankan kalau tidak ada kedua tokoh tersebut. Abimana yang dulu saya kenal sebagai Robertino (dalam serial Lupus era 2000an) mampu menjadi Attention Stealer karena setiap ada tokoh Andi yang diperankannya selalu bisa membuat saya tertawa. Jangan lupakan kehadiran pemain – pemain lama seperti Ongky Alexander, Didi Petet, dan Btari Karlinda yang mampu mengobati rindu para pencinta seri Catatan Si Boy sebelumnya. Sayangnya tokoh lain seperti Dede Yusuf atau Ayu Azhari tidak muncul dalam Catatan Harian Si Boy ini padahal akan sangat lebih greget lagi jika ada mereka di dalam seri kali ini. Tidak ketinggalan adanya cameo dalam film ini seperti Leroy Osmani, Roy Marten, Joko Anwar, dan Cut Tari (meskipun sangat sedikit) yang mampu memberi nilai plus pada film ini.

Banyak kejutan dan nilai entertaining dari film ini yang mampu menutupi kekurangan – kekurangannya sebagai film drama yang sedikit mengambil cerita dari seri sebelumnya. Jika dinilai lebih dalam, Catatan Harian Si Boy menurut saya agak keteteran di segi cerita karena agak kurang fokus antara menceritakan petualangan mencari Boy, kisah persahabatan Satrio dan kawan – kawan, dan kisah cinta antara Nina-Boy-Natasha-Nico sehingga terkesan kurang greget walaupun di akhir cerita semua tetap menjadi kesatuan yang solid. Mungkin karena ingin fokus ke regenerasi cerita dan penokohan dibandingkan menjadi sebuah sekuel, kisah antara Nuke dan Boy juga kurang dijelaskan kepada penonton padahal banyak juga yang tidak mengikuti seri – seri Catatan Si Boy sebelumnya sehingga akan sedikit kebingungan. Padahal menurut hemat saya Catatan Harian Si Boy ini sebaiknya dibuat versi reboot dibanding dijadikan regenerasi dengan sedikit unsur sekuel di dalamnya. Tetapi tetap saja kekurangan – kekurangan dari film ini masih bisa ditolerir karena nilai menghiburnya yang sangat tinggi apalagi dibanding film – film lokal saat ini, Catatan Harian Si Boy tampil dengan Stand-Out dibarengi production team yang kompeten di bidangnya dan jajaran pemain yang mumpuni membuat film ini menjadi karya yang cukup layak diapresiasi. Catatan Harian Si Boy is a worth-to-watch Indonesian movie, very entertaining, charming, and fresh, packed with solid production team, and amazing ensamble cast.

NB: Semoga my all-time favorite character, Lupus, bisa dibuat reboot/remake-nya versi modern. Heehehehe..

More Info Log On To: catatansiboy.com

*Some Photos Source: CHSB Official Kaskus Thread

Movie Score (4/5)

©writtenbyrioaditomo080711

 

4 thoughts on “Movie Review: Catatan Harian Si Boy (2011)

  1. Baru sejam yang lalu saya selesai menonton film catatan si boy yang kebetulan diputar di Melbourne dalam rangka Festival Film Indonesia di sini. Saya langsung search di google tentang review film Boy, dan langsung menemukan blog ini.

    Keuntungan menonton di sini adalah aktor aktris utamanya serta sutradara nya di datangkan ke Melbourne, jadi tadi sempat sesi tanya jawab juga. Yang membuat saya tak percaya adalah pengakuan Putra Matuta bahwa film ini adalah film pertamanya. Untuk film dengan cerita, cast dan musik yang komplit seperti ini, rasanya tak menyangka kalau ini adalah film perdana besutan Putra. Ditambah lagi, Putra ternyata dulu sempat lama sekolah di Melbourne. Jadi, dia merasa balik ke rumah katanya.

    Saya suka reviewnya. Menarik…. Lengkap…. Panjang namun tak membosankan untuk dibaca.

    Terus mereview film yah. Ijin link nya saya masukkan ke blogroll saya

    1. Hi, Cipu thanks bgt udah mampir di blog saya yang cupu ini dan udah kasih compliment pula, saya mah masih baru – baru belajar belum ada apa – apanya. Wah asik dong bisa foto bareng di Aussie sama cast CHSB? hehehehe… Saya link back ya blog kamu.. Thanks ya..🙂

      nb: belum sempet nulis lagi nih, doakan segera kembali mereview🙂

  2. iya…film ini oke banget. saya yang dulu penggemar catatan si boy era 90an pun puas dengan film ini. Ya meskipun ada sedikit kekurangan di sana sini tapi overall film ini memenuhi ekspektasi saya.

    ohya.. lupus sudah diremake juga… dengan judul bangun lagii dong lupus.. sayangnya… mengecewakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s