Movie Review: Final Destination 5 3D (2011)


Final Destination 5 (3D) | Steve Quale | Nicholas D'Agosto, Emma Bell, Miles Fisher, Arlen Escarpeta, David Koechner, Tony Todd | New Line Cinema 2011

“I don’t make the rules, I just clean up after the game is over.”
-William Bludworth-

Kematian kembali kecolongan di seri kelima Final Destination, mereka yang beruntung berhasil mencurangi kematian tetapi apakah kematian suka dicurangi? Tentu tidak, sama seperti seri – seri sebelumnya kematian akan tetap mengejar mereka yang mencuranginya hingga nyawa mereka hilang. Hmm, sangat klise dan terkesan memberikan spoiler untuk Final Destination 5 ini, tetapi toh sebenarnya siapapun yang pergi menonton film horror ini sudah tahu akan seperti apa jalan ceritanya. Tujuan menonton seri franchise Final Destination sudah pasti adalah melihat darah, darah, darah, dan kreatifitas sang kematian menjemput korban – korbannya yang usil pada rencananya.

Dikisahkan sebuah kelompok karyawan yang terdiri dari Sam Lawton (Nicholas D’Agosto) dan pacarnya yang sedang galau Molly Harper (Emma Bell), KW supernya Tom Cruise, Peter Friedkin (Miles Fisher), Candice Hooper (Ellen Wroe),  Isaac Palmer (P.J. Byrne), si seksi Olivia Castle (Jaqueline MacInnes Wood), sang pemimpin menyebalkan, Dennis Lapman (David Koechner), dan Nathan Sears (Arlen Escarpeta) sedang dalam perjalanan retreat. Perjalanan awalnya memang sudah galau karena banyak masalah antara satu sama lain tokoh yang terlibat, kegalauan mulai membabi buta ketika Sam mendapat wangsit kalau jembatan yang mereka akan lewati, North Bay Bridge, sebentar lagi akan ambruk. Singkat cerita Sam berhasil menyelamatkan rombongannya dari kecelakaan maut di jembatan itu dan lebih singkat lagi mereka harus siap berhadapan dengan kematian yang sesungguhnya. Mau tahu endingnya seperti apa? tidak perlu saya bocorkan disini, cukup berbekal Final Destination dari jilid pertama hingga keempat pasti tahun atau setidaknya dapat menerka jawabannya. Hahahaha.

Saya adalah penggemar film horror remaja apalagi yang berdarah – darah dan sebagai anak muda yang tumbuh di awal 2000-an rasanya tidak afdol kalau tidak mencintai seri Final Destination (At least sampai seri ketiga lah mengingat kebusukan seri keempatnya). Final Destination dari seri ke seri memang tidak memunculkan untaian cerita yang baru dan surprising tetapi selalu menampilkan keceriaan yang berdarah – darah dan kepuasan akan sebuah tontonan yang menghibur setelah menyaksikannya. Lalu apa istimewanya Final Destination 5 ini? tentu saja sajian 3 Dimensi yang begitu memukau dan memanjakan mata, hanya itu? sebenarnya tidak, meskipun plotnya sama saja dengan seri – seri pendahulunya dan dilengkapi dengan twist yang terbaca dan cheesy, Final Destination 5 menghadirkan ketegangan yang menurut saya lebih baik dari seri keempat yang (boleh saya ulangi?) busuk.

Menurut pengakuan aktornya, Final Destination 5 memang menggunakan kamera 3D teknologi terbaru pada saat pengambilan gambar maka tidak heran hasilnya sangat menakjubkan (bagi saya) dan lebih bagus dibanding Transformers 3 (In My Very Humble Opinion). Efek visual luar biasa sudah dirasakan sejak opening title hingga opening scene ambruknya jembatan, semua terlihat detail dan memuaskan. Sutradaranya, Steve Quale, mampu membangun suasana ketegangan yang intens dan membuat geregetan. Saya duduk di bangku penonton sambil berhasil merasakan ketegangan sambil sekali – sekali menganga dan kadang berceloteh “Jangan dong”, “Aduh, males liat”, “Awas”, “Anj**ng!”, dan “Duh ga bisa ya ga pada berisik!!” (eh yang terakhir itu curhat colongan karena waktu nonton yang sebelah malah cerita sama temennya karena udah nonton). Ya ketegangan dan aksi kaget – kagetan masih menjadi komoditi utama Final Destination, dan saya justru amat sangat menikmatinya. Cara – cara kematian dalam seri kelima ini juga tetap kreatif dan masih mampu membuat ngilu dan jijik. Untungnya penulis Eric Heisserer dan sang sutradara dengan sangat bijaksana mengembalikan Final Destination ke kodratnya yang dark dan suspensful tidak seperti seri keempat-nya yang malah jadi terkesan murahan dan terlalu pop. Bahkan hebatnya Final Destination 5 membawa kesan lebih matang karena bukan lagi para remaja dan anak sekolahan yang merasakan teror kematian ini melainkan mereka yang sudah agak dewasa.

Dari segi akting para pemainnya sungguh sangat menyedihkan buat saya karena semua bermain standar dan bahkan beberapa justru di bawah standar karena tidak mampu memberikan ekspresi yang tepat dan emosi yang pas. Semua sepertinya bermain kaku, entah karena disuruh seperti itu atau memang dengan budget sekitar 45 Juta USD ini hanya mampu membayar jajaran pemain berkualitas FTV di TV Swasta Indonesia. Eiits, walaupun berbudget rendah Final Destination meraup untung yang cukup besar dan menduduki 5 besar Box Office juga mendapat sambutan positif dari penggemar film di seluruh dunia. Film berdurasi 92 menit ini memang hanya miss di bagian plot (which is masih bisa dimaklumi) dan jajaran pemain saja selebihnya buat saya sangat menghibur dan mencekam apalagi disaksikan dalam teknologi 3D. Mengingat bagian ending yang menurut saya cukup ‘nendang’ saya beri 3,5 bintang untuk film ini. For me the 3rd installment is still the best because of Roller Coaster and of course because Mary Elizabeth Winstead yang bermain sangat keren disitu. Tidak perlu banyak berpikir Final Destination 5 sangat fun kok untuk ditonton dan tidak rugi mengeluarkan kocek lebih untuk menyaksikannya dalam teknologi 3D.

FINAL DESTINATION 5 3D OFFICIAL TRAILER:

Movie Score (3,5/5)

©writtenbyrioaditomo300911

3 thoughts on “Movie Review: Final Destination 5 3D (2011)

    1. ya, you gotta watch this cause thou the plot is boring but overall this movie could fully entertain you to the max hahahah… siap – siap tegang dan terhibur pokoknya dan endingnya pasti bikin nganga dan bilang “Gee, this is cool!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s