Movie Review: The Twilight Saga – Breaking Dawn Part 1


“What’s a wedding without some drama?
Edward Cullen, Robert Pattinson-

Isabella Swan, Edward Cullen, dan Jacob Black kembali meramaikan layar bioskop di seluruh dunia dan di tanah air lewat seri terbaru The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1. Sudah pasti ada banyak sekali penggemar The Twilight Saga alias Twihards yang tidak sabar ingin menyaksikan kelanjutan romansa Bella dan Edward yang dibumbui kegalauan cinta Jacob. Franchise yang diadaptasi dari novel karya Stephanie Meyer ini memang sukses besar – besaran sejak seri perdana Twilight diluncurkan pada 2008 sehingga tidak heran jika banyak orang yang rela desak – desakan antri untuk mendapatkan tiketnya. Breaking Dawn Part 1 diluncurkan secara global pada 18 November kemarin dan beruntungnya Indonesia juga mendapatkan jadwal premiere yang sama dengan negara – negara lain. Untuk seri kali ini giliran Bill Condon yang menduduki singgasana sutradara setelah film – film sebelumnya disutradarai oleh Catherine Hardwicke, Chris Weitz, dan terakhir oleh David Slade. Hampir sama dengan seri terakhir Harry Potter, Breaking Dawn juga dibagi menjadi dua bagian film karena memang materi dari buku Breaking Dawn sendiri sepertinya tidak cukup dimuat dalam satu film.

Dikisahkan kali ini Bella Swan (Kristen Stewart) dan Edward Cullen (Robert Pattinson) telah resmi mempersatukan cinta mereka dalam jalinan pernikahan seperti apa yang mereka inginkan sejak seri sebelumnya. Usai melangsungkan pernikahan Mr dan Mrs. Cullen akhirnya pergi berbulan madu ke Isle Esme, sebuah pulau nan eksotis milik keluarga Cullen. Bulan madu yang romantis dan sedikit panas berakhir dengan sebuah tragedi yang terjadi saat Edward mengetahui bahwa Bella mengandung anaknya. Kehamilan Bella bukanlah sebuah hal yang diinginkan karena pertumbuhan janin yang begitu pesat bisa merenggut nyawa Bella tetapi tetap saja Bella bersikeras untuk mempertahankan janinnya. Kabar kehamilan Bella tidak hanya menjadi momok bagi keluarga Cullen tetapi juga bagi Jacob Black (Talyor Lautner) dan ras-nya karena menurut kepercayaan anak yang lahir sebagai setengah manusia dan setengah vampir akan tumbuh menjadi monster yang membahayakan manusia. Lalu bagaimana dengan nasib kehamilan Bella?

Bagi saya selama ini kharisma dan chemistry dari Robert Pattinson, Kristen Stewart, dan Taylor Lautner lah yang membuat The Twilight Saga begitu disukai banyak penggemar dan mungkin juga di olok – olok oleh Haters yang jumlahnya tidak kalah banyak. Dari segi penceritaan dan konflik serta naskah yang ditulis Melissa Rosenberg selalu tampil loyo dan kurang greget dan hal ini berlanjut sampai seri keempat jilid pertama, Breaking Dawn Part 1. Kehadiran Bill Condon yang sebelumnya menyutradarai film Dreamgirls (2006) tampaknya memberi sedikit angin segar bagi kelanjutan kisah Bella-Edward-Jacob, memang tidak terlalu segar tetapi usahanya mengeksekusi Breaking Dawn untuk naik kualitasnya ke level yang lebih baik harus diacungi jempol. Condon mampu memberikan sedikit gejolak emosional dan sedikit memacu adrenalin di seri Twilight ini meskipun tidak banyak karena naskahnya juga tidak memungkinkan. Untuk art direction serta tata sinematografi memang sejak film pertama saya akui selalu konsisten dengan keindahan dan kekakuan serta tone warna yang muram tetapi untuk adegan pernikahan Bella dan Edward saya benar – benar terperangah dengan settingan suasananya yang di capture dalam frame dengan komposisi yang luar biasa cantik termasuk untuk adegan saat Bella bermimpi sedikit Gore (berdarah – darah). Tidak hanya adegan altar pernikahan Bella dan Edward saja yang membuat saya berdecak kagum tetapi adegan hot dibawah bulan purnama begitu emosional bagi saya dan cukup romantis. Guillermo Navarro selaku penata sinematografi benar – benar mampu bersinergi dengan baik bersama Condon menghasilkan gambar – gambar yang cantik di beberapa adegan. Tidak ketinggalan penata efek Breaking Dawn Part 1 harus diacungi jempol karena mampu merubah Kristen Stewart menjadi makhluk yang mengerikan seperti Lady Gaga dalam video klip Bad Romance atau Born This Way. Superb!!

Ada yang lain yang begitu mencolok bagi saya dalam film ini yakni dalam pengembangan dari masing – masing karakter yang divisualisasikan lewat kemampuan akting ketiga bintang utamanya dengan amat baik. Pengembangan karakter Bella, Edward, dan Jacob memang sudah jadi tuntutan berdasarkan cerita yang turut berkemang namun hal tersebut tidak terlalu terlihat di seri – seri sebelumnya tetapi untuk Breaking Dawn Part 1 ini lain. Okelah Robert Pattinson masih terlihat so – so dan karakter Edward masih begitu – begitu saja tetapi at some point saya melihat effort yang cukup baik dari Pattinson. Kredit yang lebih diberikan pada Kristen Stewart yang saya akui sebenarnya aktingnya bagus tetapi karakter Bella tidak pernah mampu memberikan ruang yang cukup untuk Stewart mengasah potensi aktingnya. Karakter Bella sejak film pertama hanya memperlihatkan emosi bingung, galau, kedinginan, tak tentu arah, depresi, dan gugup namun dalam seri ini Stewart boleh bersenang hati karena Bella memberikan kesempatan bagi Stewart untuk membuktikan kualitas aktingnya saat tokoh Bella di pertengahan hingga akhir film membutuhkan tenaga dan kualitas akting yang ekstra. Entah ini hanya pikiran saya saja atau memang Taylor Lautner dalam seri ini terlihat lebih matang dan improvement aktingnya paling terasa dibanding pemain utama lainnya. Hal tersebut saya lihat tidak hanya didasari tuntutan karakternya yang berkembang tetapi memang kualitas akting Lautner semakin oke. Tiba – tiba Lautner membawa kharisma pria bertanggung jawab dan tangguh kedalam tokoh Jacob yang membuat Edward seperti pria tak bernyali.

Dari Soundtrack Twilight ada Supermassive Black Hole milik Muse, Full Moon dari The Black Ghost, Decode milik Paramore, dan Flightless Bird, American Mouth dari Iron & Wine yang begitu melekat di telinga saya. Berlanjut ke soundtrack New Moon ada A White Demon dari The Killers yang menurut saya paling epic. Di Eclipse ada My Love dari Sia Furler yang manis. Lalu bagaimana dengan soundtrack Breaking Dawn Part 1? Mungkin anda pernah mendengar It Will Rain dari Bruno Mars yang gloomy? A Thousand Years dari Christina Perri yang harmonis? Ya soundtrack dari tiap seri Twilight Saga memang selalu menyenangkan untuk didengarkan tidak seperti filmnya yang selalu kekurangan. Kali ini giliran Bruno Mars dan Christina Perri yang menjadi highlight dalam soundtrack Breaking Dawn Part 1 dan lagu – lagu mereka masing – masing memang keren. Tidak ketinggalan di Breaking Dawn ada Flightless Bird, American Mouth dari Iron & Wine yang di remix dalam versi adegan pernikahan Bella dan Edward.

Breaking Dawn Part 1 agaknya cukup membosankan bagi saya walaupun memang hampir sama membosankannya dengan seri – seri sebelumnya karena konflik yang disajikan begitu kurang menyentuh dan di akhiri dengan solusi yang membuat garuk – garuk kepala. Adegan pernikahan dan berbulan madu sepertinya memang terlalu lama dan bertele – tele sehingga cukup membuat bosan apalagi ditambah dialog yang dangkal dan mengundang senyum kecut. Memasuki pertengahan konflik yang mulai memanas di seri ini cukup membuat saya tertarik hingga ada adegan aksi yang pamungkas dan ditutup dengan sangat garing. Ya, adegan action memang tidak bisa diharapkan dalam seri Twilight Saga, semua hanya pelengkap meskipun ada sedikit perbaikan di seri ini tetapi tetap saja saya merasa sangat kesal ketika seharusnya ada adegan action yang luar biasa di tiap serinya tetapi tak pernah ada sama sekali yang “kick-ass”. Sebenarnya saya memaklumi kebosanan yang terjadi akibat adegan pernikahan dan bulan madu yang seolah – olah (sepertinya) diulur – ulur demi durasi yang diinginkan karena part 1 ini hanya memiliki koridor untuk bercerita tentang pernikahan-bulan madu-kehamilan-lalu-melahirkan sehingga Condon maupun Melissa Rosenberg tidak bisa berbuat banyak untuk menambahkan elemen – elemen cerita yang lain. Overall Breaking Dawn Part 1 memang membosankan tetapi ditolong dengan kemampuan Bill Condon mengeksekusi beberapa bagian dari naskahnya dengan baik, kualitas akting serta chemistry dari pemain utamanya yang begitu adiktif, sinematografi yang indah, adegan hot yang cukup yummy, dan musik latar yang enak. Selebihnya masih banyak yang harus diperbaiki di Breaking Dawn Part 2 agar sebagai film penutup memiliki bobot yang lebih bagus. And oh It’s great to see Anna Kendrick even for just couple of scenes and I miss Dakota Fanning in this movie. Well, for me The Twilight Saga (Movies not the books) won’t work well without romance between Stewart, Pattinson, and Lautner so they save the movie with their charms. Psstt…  Ada adegan penutup setelah credit title sebagai penghubung antara Breaking Dawn Part 1 dengan Part 2, jangan dilewatkan!!

Breaking Dawn Part 1 Official Trailer:

Movie Score (3/5)

©writtenbyrioaditomo191111

4 thoughts on “Movie Review: The Twilight Saga – Breaking Dawn Part 1

  1. BD tuh seharusnya nggak usah dibagi menjadi 2 part karena walau bukunya tebal, nggak banyak yang terjadi. Nggak seperti Deathly Hallows yang memang harus dibagi 2 karena banyak adegan war dan horcruxesnya.

    BD part 1 tu bisa di ringkas dengan Bella menikah, honeymoon dan hamil. Yang part 2 nanti malah hanya ada Bella vampire, imprinting, preparation of the battle dan final talk. SMeyer sampe harus bikin plot lagi dengan membuat jenis vampire baru. Hal itu sebenarnya menunjukkan kalau BD nggak punya cukup materi untuk dijadiin 2 part.

    Dari awal sih memang Twilight series hanya mengandalkan sisi keindahan, bukan acting atau jalan cerita. BD pun terlalu dilebih lebihkan adegannya, seperti sineton Indonesia malahan… Nggak ada konflik serius yang bener bener terjadi di BD karena semua orang dari bahagia menjadi bahagia.

    Nyesel banget nonton film ini, walau pun udah tahu bakal nggak bagus.

  2. ku harap sehabis BREAKING DAWN PART 2, ada kelanjutannya lagi, sayang sekali kalau TWILIGHT akan berakhir bgitu saja , I HOPE AGAIN TWILIGHT MOVIES,, karna aku penggemar berat.a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s