Music Review: Talk That Talk (Deluxe Edition) – Rihanna



Sudah hampir tujuh tahun berkarier di dunia musik dan selama itu pula Rihanna Robyn Fenty alias Rihanna menasbihkan dirinya sebagai salah satu ikon di dunia musik dengan segala kesuksesannya. Bayangkan saja dalam kurun waktu tujuh tahun sudah enam buah album dilahirkan Riri dan rata – rata sukses besar – besaran di seluruh penjuru dunia. Selain lagu – lagu dan albumnya yang laris bak kacang goreng dan selalu wara – wiri di banyak tangga lagu dunia, “fashion statement” dari Rihanna juga luar biasa menyedot perhatian banyak anak muda di dunia, tidak percaya? Tengok empat tahun yang lalu berapa banyak orang yang ingin memiliki rambut pendek a la Rihanna? Pihak perusahaan rekaman yang menaungi RIhanna, Def Jam dan Roc-Nation, amat sangat menyadari bahwa Rihanna adalah sebuah komoditi yang mampu meraup banyak keuntungan maka dengan cerdas mereka menyiasati Rihanna dan aura bintangnya untuk terus produktif dan menebar kharismanya pada pencinta musik dunia.

Talk That Talk adalah album teranyar dari Rihanna yang dirilis setahun setelah dirilisnya album kelima Riri yang bertajuk Loud,  yang sebenarnya gaung kesuksesan album tersebut masih menggema sampai detik ini. Diedarkan dalam dua versi, yakni Standard dan Deluxe Edition sejak 21 November kemarin, Talk That Talk lagi – lagi mampu menarik perhatian penggemar musik buktinya dalam sehari albumnya sudah mampu menduduki posisi teratas tangga album terlaris iTunes di 18 negara. Seperti biasa Rihanna dalam album ini bekerjasama dengan banyak produser ternama salah satunya Lukasz Gottwald alias Dr. Luke yang sukses mengantar Katy Perry, Jessie J, hingga Britney Spears ke tangga puncak musik dunia akhir – akhir ini. Penasaran seperti apa album Talk That Talk ini? Baiklah tanpa berpanjang – panjang lagi saya akan menjabarkan ulasan album Talk That Talk Deluxe Edition track by track. Here’s the list:

  1. You Da One
    Written: Ester Dean, Lukasz Gottwald, Rihanna Robyn Fenty, John Hill, & Henry Walter
    Producer: Dr. Luke & Cirkut
    Review: Single kedua dari Talk That Talk yang Fun, Catchy, dan Easy-Listening hasil kolaborasi Riri dan Dr. Luke. You Da One terdengar sangat Pop dan Radio-Friendly dengan sentuhan Dubstep, Reggae, dan Dancehall. Chorusnya akan terus menempel di kepala anda dan mengajak Sing-a-long. Aksen Caribbean Rihanna di lagu ini sangat seksi. Gonna be the next No.1 on ChartsYou Da One That I Dream About All Daaaays..”  (4/5)
  2. Where Have You Been?
    Written: Dean, Gottwald, Calvin Harris, Walter, Geoff Mack
    Producer: Dr. Luke, Cirkut, & Calvin Harris
    Review: Salah satu track terbaik dalam album Talk That Talk dengan sentuhan Trance, Dubstep, dan Electropop yang kental. Sangat Outstanding dengan aransemen yang menggelegar dan beat yang menghentak disinergikan dengan keunikan vokal Riri pada chorus yang adiktif. Lagunya bercerita tentang pencarian Rihanna akan sosok cinta. Harris, Luke, dan Rihanna benar – benar menghasilkan karya yang jenius. Love it! (4/5)
  3. We Found Love
    Written: Calvin Harris
    Producer: Calvin Harris
    Review: Lagu ini sudah saya Review besama dengan video klipnya yang luar biasa. Bisa di cek DISINI. (3/5)
  4. Talk That Talk (Feat Jay-Z)
    Written: Ester Dean, Mikkel S. Eriksen, Tor Erik Hermansen, Shawn Carter, Anthony Best, Sean Combs, Carl Thompson, & Christopher Wallace
    Producer: StarGate
    Review: Another Rude Boy or this might be the next Rude Boy
    . Riri kembali bekerjasama dengan Jay-Z namun hasilnya memang tidak se-fenomenal Umbrella bahkan cenderung sanagat standar. Lagu yang memakai sample lagu I Got a Story to Tell milik Notorious B.I.G ini menandai kembalinya Riri ke Roots-nya R&B dan Dancehall. Lagu bertema Sex ini hanya pada bagian Bridge-nya saja yang mampu menarik perhatian saya. (2,5/5)
  5. Cockiness (I Love It)
    Written: Candice Pillay, D. Loernathy, Shondrae Crawford, & Rihanna Robyn Fenty
    Producer:  Mr. Bangladesh)
    Review: Suck My Cockiness, Lick My Persuasion. Cockiness dibuka dengan lirik yang provokatif lalu ditimpali dengan beat Hip-hop dan sentuhan Dancehall selanjutnya lirik nakal menggelitik keluar dari bibir seksi Rihanna. Dalam lagu ini Rihanna menggambarkan dirinya sebagai Sex-Diva yang nakal dan menggoda. I love how Rihanna invading my mind with her lineI Love It, I Love It, I Love It When You Eat It.” (3/5)
  6. Birthday Cake
    Written: Terius Nash, Rihanna Robyn Fenty, Marcos Palacios, & Earnest Clark
    Producer: Da Internz & The-Dream
    Review: Sebuah lagu yang mungkin lebih cocok disebut interlude berdurasi  78 detik. Another Hip-hop tune yang meningatkan saya pada lagu Video Phone milik Beyonce, maklum ada The Dream di balik lagu ini. Birthday Cake juga masih bertema Sex yang nakal namun sayang durasinya sangat pendek padahal kalau jadi full-length track bisa menjadi lagu yang oke. (2,5/5)
  7. We All Want Love
    Written: Ester Dean, Ernest Wilson, Steve Wyreman, & Kevin Randolph
    Producer:  NO I.D.
    Review: Rihanna membawa kita untuk sedikit merasa putus asa dan ingin dicintai lewat lagu We All Want Love yang kental irama Ballad-nya. Vokal Rihanna terdengar prima dan pas dalam lagu ini meskipun pada chorus ditutupi oleh backing vocal yang suaranya mirip Nicole Scherzinger. Liriknya sangat menusuk – nusuk  apalagi untuk orang – orang yang belum menemukan sosok cinta sejatinya alias jomblo. But these are damn true: “We All Want Someone There To Hold, We All Wanna Be Somebody’s One And Only, We All Wanna Be Warm When It’s Cold, No One Wants To Be Left Scared And Lonely”(3,5/5)
  8. Drunk On Love
    Written: Ester Dean, Eriksen, Hermansen, Baria Qureshi, Romy Croft, Oliver Sim, & Jamie Smith
    Producer: StarGate
    Review: Standard dan kita pernah mendengar lagu semacam ini di era Rated R dan di lagu – lagu lain yang pernah StarGate buat untuk penyanyi – penyanyi lain setelah kesuksesan mereka menciptakan rumus hit di Rated R. Untung samplelagu Intro dari Band asal Inggris, The XX, cukup memberi angin segar tetapi tidak cukup membuat lagu ini menjadi luar biasa. (2,5/5)
  9. Roc Me Out
    Written: Ester Dean, Eriksen, Hermansen, Rob Swire, & Gareth McGrillen
    Producer: StarGate, Rob Swire, & Gareth McGrillen
    Review: Another Rude Boy like in one album? Seriously StarGate? Seriously Rihanna? Lagu ini oke tapi terlalu biasa dan membosankan. You guys can do better that this!! (2,5)
  10. Watch N Learn
    Written: Priscilla Renea, Chauncey Hollis, Rihanna Robyn Fenty, & Alja Jackson
    Producer: Hit-Boy
    Review: Rihanna berada dalam kondisi paling sempurna saat menyanyi dalam alunan irama Hip-hop dengan arsiran Reggaeton dan Dancehall seperti di track ini. Mengingatkan saya pada lagu – lagu dalam album pertama dan kedua Riri, Music of The Sun dan A Girl Like Me. Lirik yang nakal dan bertema Sex lagi – lagi disuguhkan dalam track ini. (3,5/5)
  11. Farewell
    Written: Ester Dean, Alexander Grant
    Producer: Alex da Kid
    Review: Satu lagi Ballad dalam album ini, memang musiknya tidak segalau California King Bed di album Loud tetapi Farewell punya muatan yang sama menyayat – nyayat hati. Farewell terdengar mirip hasil gubahan Ryan Tedder seperti pada Halo milik Beyonce dengan gebukan drum yang khas dan Anthemic namun sebenarnya ternyata ditulis oleh Ester Dean dan Alexander Grant yang berada di belakang kesuksesan Love The Way You Lie tahun lalu. Lagu tentang pasangan yang harus merelakan kekasihnya pergi jauh untuk memulai hidup baru ini adalah salah satu favorit saya. “Somebody’s Gonna Wish That You Were Here That Somebody’s Me” (4/5)
  12. Red Lipstick (Bonus Track)
    Written: Nash, Fenty, James Hetfield, Lars Ulrich, Will Kennard, Saul Milton
    Producer:  Chase & Status
    Review: Bonus Track pertama dalam edisi khusus Talk That Talk yang diproduseri duo Dubstep, Chase & Status. Tentu saja lagu yang mengambil sample lagu Wherever I May Roam milik grup band Rock legendaris Metallica ini kental dengan sentuhan Dubstep. Ambience-nya hampir mirip dengan Rockstar 101 yang pernah menjadi hit dalam album Rated R, gloomy-dark-yet-catchy. Saya suka lagu ini yang seharusnya masuk tracklist di versi standard. (3/5)
  13. Do Ya Thang (Bonus Track)
    Written: Terius Nash, Rihanna Robyn Fenty
    Producer: The Dream
    Review: Pantas saja lagu ini masuk dalam Bonus Track karena musiknya tidak masuk dalam konsep dan benang merah Talk That Talk. The Dream membawa aura album 4 milik Beyonce lewat lagu ini dengan irama Pop R&B dengan dentuman drum yang bercita rasa 80-an. (2,5/5)
  14. Fool In Love (Bonus Track)
    Written: Ester Dean, Lukasz Gottwald, & Henry Walter
    Producer: Dr. Luke, Cirkut, Ester Dean
    Review: Talk That Talk edisi khusus ditutup dengan balada kaya instrumen, Fool In Love. Dr. Luke memberikan nafas Inside Out milik Britney Spears dalam lagu ini, tetapi bukan hanya arsiran Dubstep yang ada di lagu ini, ada juga petikan gitar akustik juga erangan gitar listrik di akhir track. Fool in Love bertema hampir mirip dengan Criminal milik Britney Spears, Papa Don’t Preach milik Madonna, dan Infatuation milik Christina Aguilera, bercinta dengan pria yang tidak disetujui orang tua. Sebuah penutup yang apik. (3/5)

***

Mendengarkan secara keseluruhan album Talk That Talk memang seperti mendengarkan konklusi dari Rated R dan Loud baik secara musikalitas maupun materi. Rihanna dan timnya seakan memberikan intisari yang terbaik dari Rated R dan Loud dan dipenetrasikan ke dalam album Talk That Talk ini. Atau sebaliknya album ini terlalu di-push untuk segera rilis dengan materi baru a la Loud dicampur dengan Left-Over Tracks atau lagu – lagu yang tidak masuk dalam album Rated R.  Tema Sex dan cinta memang bukan pertama kali di kumandangkan Rihanna tetapi jika cinta dan Sex dileburkan dalam satu album agaknya menjadi sebuah karya yang personal dari Rihanna. Pendewasaan bermusik Rihanna dan improvement kualitas musik serta suaranya memang terlihat setiap kali Ia meluncurkan album tetapi jujur menurut pendapat saya Loud masih terlalu dini untuk dilupakan kesuksesannya. Loud bagi saya merupakan karya terbaik Rihanna sepanjang kariernya karena materi musik dan packaging-nya sangat pas dan cocok dengan vokal Riri yang unik dan dengan aura yang dimilikinya. Album ini tidak jelek tetapi jika saja pihak perusahaan rekaman mau bersabar dan menggodok materi Talk That Talk dengan lebih matang pasti hasilnya akan lebih baik. Jelek? Tidak. Karya prematur? Mungkin. Semoga walaupun Rihanna dijadikan komoditi pihak Recording Label, pihak manajemen Riri bisa menilai bahwa ada kalanya orang – orang akan bosan dengan karya dan produk yang terus – terusan digeber tanpa ekslusifitas. Talk That Talk To Me Yeah!!

Recommended Tracks: We Found Love, You Da One, Where Have You Been?, Cockiness (I Love It), We All Want Love, Farewell, Watch N Learn, Red Lipstick, & Fool In Love.


Album Score (3/5)

©writtenbyrioaditomo221111

3 thoughts on “Music Review: Talk That Talk (Deluxe Edition) – Rihanna

  1. gue suka “Where Have You Been?” deh.. lagunya sering diputer di club jg, selain itu, masuk sama kuping clubber.. it’s crackin !!!

    1. Whoa, It’s great too see you here!!! Thanks udah comment. Gak salah deh kalo Where Have You Been? masuk ke kuping clubber ada Calvin Harris di balik ke-Gila-an lagu itu. Cheers!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s