Author’s Pick: 40 Best Album of 2012 Part 2 (20 – 1)


Header 20 - 1

Setelah membaca daftar 40 album terbaik di tahun 2012 bagian pertama tanpa berpanjang lebar silakan nikmati 20 besar album terbaik sepanjang tahun 2012 (Desember 2011 – November 2012) versi #writtenbyrioaditomo Let’s Go!

20 - 11

20 Lost In Transition – Sixpence None The Richer

Saya amat bersyukur bisa kembali menikmati lantunan vokal unik Leigh Nash dalam balutan musik A la Sixpence None The Richer yang sangat saya rindukan. Memang tidak ada yang baru dan revolusioner dalam Comeback mereka, semua tertata rapi dalam format Pop/Rock Alternative 90-an yang bertema cinta dan religius khas dari Sixpence None The Richer tetapi justru itu yang membuat saya jatuh cinta dengan album ini karena musik seperti ini yang saya rindukan di era musik elektronik seperti sekarang ini. Vokal Leigh Nash masih semanis saat saya jatuh cinta pertama kali pada Band ini di akhir 90-an saat saya masih kecil.

Favorite Tracks: Radio & Sooner Than Later.

19 Gossamer – Passion Pit

Balutan Synthesizer dalam Pop/Rock Alternative A la Passion Pit memang selalu berhasil membakar semangat dan menyuntikan energi positif untuk saya, tak heran Gossamer akhirnya menjadi salah satu album yang paling menyenangkan tahun ini. Passion Pit membiarkan album ini mengalir dengan ringan namun tetap berisi sehingga mampu membuat saya tidak merasa kebosanan dan menekan tombol Skip. Muatan elektronika 80-an yang kental juga menambah nilai Fun album ini. Seperti Perfectly Imperfect-nya Elle Varner, Gossamer Is Effortlessly Fun.

Favorite Tracks: Take A Walk & It’s Not My Fault, I’m Happy.

18 Mirror – Sarasvati

Setelah sukses memberikan warna tersendiri di industri musik Indonesia dengan lagu – lagu bertema mistis lewat album Story of Peter, Band Indie asal Bandung yang digawangi Risa Saraswati ini kembali dengan album terbaru yang masih mengusung benang merah dan jenis musik yang sama dengan Story of Peter. Meskipun dengan konsep yang sama bukan berarti Mirror tidak ber-Progress karena dalam album kedua ini Sarasvati lebih berani berekspresi dalam lagu – lagunya termasuk dengan berkolaborasi dengan musisi hebat seperti Arina ‘Mocca’, Dewa Budjana, Trah Project, dan Cholil ‘Efek Rumah Kaca’. Tentu saja Sarasvati belum kehilangan taji mereka dalam membuat suasana mencekam sekaligus mengharu biru saat mendengarkan lagu – lagu di album ini. Risa Saraswati juga masih begitu mahir merangkai lirik – lirik puitis nan anggun.

Favorite Tracks: Gloomy Sunday (Featuring Trah Project) & Death Can Tell A Lie.

17 Yuna – Yuna

Terberkatilah Yuna yang akhirnya berhasil mempertunjukan cita rasa bermusiknya di ranah internasional. Album internasional pertama Yuna ini memang sesuai dengan ekspektasi saya, penuh dengan lagu – lagu manis yang adiktif di telinga saya. Syukurlah Yuna tidak meninggalkan warna musik yang telah Ia usung sejak berkarier di Malaysia, di album ini Yuna hanya sedikit merombak di segi aransemen sehingga lebih siap untuk telinga pendengar musik Global. Vokal khas Yuna berhasil menyihir saya masuk dalam harmoni yang Ia ciptakan bersama Chris Blade, Pharrell Williams, dan beberapa musisi lainnya.

Favorite Tracks: Live Your Life & Lullabies.

16 Principles of My Soul Vol. 1 – NaUl

Ditengah gencatan Korean Pop yang musiknya cenderung ke Pop masa kini saya hampir tidak mempercayai bahwa ada seorang musisi dari Korea Selatan yang mampu membuat sebuah album yang begitu Soulful dan solid. NaUl berbaik hati memberikan telinga saya sebuah suguhan album Soul yang berisi menu – menu yang saya sukai, Acid Jazz dan Retro-Soul. Saya seakan – akan sedang menikmati album Stevie Wonder, Michael Jackson, dan Incognito namun dalam balutan cita rasa Asia. Vokal NaUl yang unik juga mampu memikat saya hingga tak terasa hampir setiap hari saya mendengarkan album ini.

Favorite Tracks:  My Girl & Memory of the Wind.

15 The Idler Wheel Is Wiser Than the Driver of the Screw and Whipping Cords Will Serve You More Than Ropes Will Ever Do – Fiona Apple

Menikmati The Idler Wheel.. seperti menikmati sebuah pertunjukan musikal yang begitu sempurna dari berbagai lini sehingga saat mencapai klimaksnya mau tidak mau saya harus memberikan Standing Ovation. Fiona Apple dengan sangat teliti memperhatikan setiap detail dalam album ini sehingga setiap lagu terdengar kuat dan bercerita dengan baik. Baroque Pop, Jazz, dan Alternative Pop melebur menjadi satu dalam kesatuan yang artistik dan aksen instrumental pun terdengar mencolok tak hanya menjadi pengiring dan pelengkap.

Favorite Tracks: Valentine & Every Single Night.

14 Blunderbuss – Jack White

Pentolan Band The White Stripes, The Reconteurs, dan The Dead Weather ini akhirnya merilis album solo perdananya di tahun ini. Blunderbuss masih bernafaskan Rock tetapi dengan pengaruh Blues, Country, Folk, dan Garage-Rock sehingga membuat album ini terdengar cukup berbeda dari karya – karya Jack White sebelumnya meski tidak terlalu signifikan. Solidnya album ini tak heran membuahkan nominasi Best Rock Album dan Album of The Year di ajang Grammy Awards yang ke-55.

Favorite Tracks: Love Interruption & Missing Pieces.

13 The Haunted Man – Bat For Lashes

Semangat Baroque Pop dan Folktronica dengan pengaruh Dream Pop menyapa saya lewat album The Haunted Man milik Natasha Khan atau dikenal dengan nama Bat For Lashes. Di album ketiganya ini saya seperti mendengarkan Fiona Apple dan Purity Ring dileburkan menjadi satu tetapi Bat For Lashes terdengar lebih mudah dicerna namun tetap berkelas. Yang paling juara dalam album ini adalah Track Laura yang begitu Haunting dengan dentingan piano dan rentetan lirik yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan dan menggagas sebuah melankolia yang muram.

Favorite Tracks: Laura & Lilies.

12 Kaleidoscope Dream – Miguel

Jika The Weeknd mengusung Hipster R&B dalam konsep dan tema yang Dark dan sangat serius, Miguel menawarkan Hipster R&B yang lebih Cheerful dan tidak terlalu kompleks lewat Kaleidoscope Dream ini. Saya begitu menikmati tiap notasi yang disenandungkan Miguel termasuk beberapa bagian Falsetto yang renyah. Terdengar jelas Miguel terinspirasi dengan musik Prince, R. Kelly, dan Marvin Gaye yang kemudian Ia berikan sentuhan modernisasi yang menjadikan Hipster R&B A la Miguel memiliki ciri khas tersendiri dengan sentuhan R&B klasik.

Favorite Tracks: Adorn & Pussy Is Mine.

11 Devotion – Jessie Ware

Britania Raya selalu saja berhasil mendonorkan musisi – musisi hebat yang berkualitas di ranah Pop internasional salah satunya pendatang baru yang satu ini, Jessie Ware. Penyanyi asal London ini menghadirkan sebuah album Pop yang kaya rasa mulai dari Electrosoul, Dubstep, Dream Pop, Jazz, dan R&B 80-an A la Whitney Houston. Vokal Jessie Ware juga unik sekali seakan – akan mengalir seiring dengan harmoni instrumen lagu – lagunya. Wildest Moments menjadi momentum terbaik dalam album ini, sebuah Ballad yang amat dirindukan, anggun, lembut, dan Sophisticated.

Favorite Tracks: Wildest Moments & Taking In Water.

10 - 1

10 Girl On Fire – Alicia Keys

Alicia Keys menjanjikan bahwa Girl On Fire akan terdengar berbeda dari album – album sebelumnya tetapi hasilnya menurut saya tidak ada perubahan yang signifikan. Mungkin Alicia Keys lebih bermain dengan instrumen yang lebih modern tetapi sepertinya hanya New Day yang berhasil memberikan warna baru dalam sejarah bermusik Alicia Keys. Tunggu dulu, hal tersebut tidak membuat Girl On Fire sontak menjadi album yang buruk sama sekali, justru album ini begitu menarik karena lagu – lagu yang berada di album ini sungguh begitu kuat karena digarap dengan serius sampai rasanya tak ada Filler sama sekali dan sangat memanjakan telinga.

Favorite Tracks: Listen To Your Heart & New Day.

09 Battle Born – The Killers

Brandon Flowers, Dave Keuning, Ronnie Vannucci, dan Mark Stoermer membuktikan bahwa The Killers belumlah tamat dengan merilis album keempat mereka Battle Born. Battle Born masih mengusung nafas Rock yang disematkan unsur Pop dan New Wave 80-an khas The Killers namun dengan pendewasaan dan kematangan bermusik dari tiap personil yang terdengar jelas Progressnya sejak muncul dengan semangat Post-Punk di tahun 2004. Gaya bernyanyi Brandon Flowers lah yang selalu berhasil memikat saya, dengan baik Flowers menyampaikan lirik – lirik dalam lagunya apalagi ketika menyanyikan lagu – lagu galau.

Favorite Tracks: Runaways & Battle Born.

08 True (EP) – Solange Knowles

Empat tahun paska merilis album Sol Angel and the Hadley St. Dreams akhirnya adik dari Diva Pop Beyonce Knowles ini kembali di kancah musik dengan sebuah Mini Album yang begitu segar bertajuk True. Berbeda dari Sol Angel yang kental nuansa Motown yang organik, dalam EP ini Solange bereksperimen dengan Synth-Pop 80-an lengkap dengan Beat Drum dan betotan Bass yang dinamis dan tegas A la R&B di Era kejayaan Michael Jackson.  Album ini sungguh menyenangkan sekaligus menjadi ajang nostalgia bagi yang merindukan Pop 80-an.

Favorite Tracks: Losing You & Some Things Never Seem To Fucking Work.

07 Babel – Mumford & Sons

Petikan gitar yang bersautan dengan alunan Banjo, Mandolin, dan akordion diselaraskan dengan gebukan drum dalam irama Folk Rock yang harmonis selalu berhasil membuat saya terpikat. Oleh sebab itu adalah sebuah kenikmatan tersendiri yang saya rasakan setiap mendengar lagu – lagu Mumford & Sons. Dalam Babel, album kedua Band Folk asal London ini, kesakralan Folk masih dijaga dalam bentuk yang alami seperti di album pertama mereka, Sigh No More, sehingga membuat album ini menjadi begitu adiktif di telinga saya.

Favorite Tracks: Babel & Holland Road.

06 good kid, m.A.A.d city – Kendrick Lamar

Meskipun Kendrick Lamar adalah nama baru dalam dunia Rap/Hip-Hop tetapi Rapper yang satu ini berhasil membuat penggemar musik tercengang dengan album debutnya yang secara musikalitas, konsep, materi, dan lirik begitu mengesankan. good kid, m.A.A.d city seakan – akan membawa pendengar mengikuti kisah kehidupan Kendrick Lamar hingga akhirnya jatuh cinta dengan sosoknya. Beat yang ditawarkan Kendrick Lamar di album ini memang sedikit membingungkan di satu sisi bisa disebut Classic Rap tetapi di sisi lain ada cita rasa Modern yang melekat cukup erat tetapi saya lebih setuju jika album ini disebut mengusung semangat Classical Rap di tahun 90-an, No Gimmick.

Favorite Tracks: Bitch Don’t Kill My Vibe & good Kid.

05 Dunia Batas – Payung Teduh

Is, Cito, Ivan, dan Comi yang tergabung dalam Payung Teduh berhasil meneduhkan hati dan jiwa raga saya setiap kali mendengarkan album kedua mereka, Dunia Batas. Album ini berisi delapan lagu, empat lagu lama dari album perdana mereka yang diaransemen ulang dan empat buah lagu baru yang semuanya berhasil menjalin harmonisasi nan indah dengan nuansa Jazz-Keroncong Era 60-an yang begitu kental. Dengan berbalut lirik yang begitu cantik sekaligus menusuk di hati lagu – lagu dalam album ini begitu syahdu memberikan kehangatan yang merasuki saya dan mampu membangkitkan suasana romansa nan melankolis.

Favorite Tracks: Di Ujung Malam & Untuk Perempuan Yang Sedang Dipelukan.

04 Born & Raised – John Mayer

Rasanya saya perlu mengucapkan terima kasih pada John Mayer yang berbaik hati memuat dua belas lagu hebat dalam album Born & Raised ini. Bisa jadi album ini adalah album Mayer yang paling saya sukai karena sejak pertama kali mendengar album ini saya langsung jatuh cinta dengan lagu – lagunya yang manis. John Mayer dengan cerdas memadukan Folk Rock, Americana, Blues, dan Country menjadi satu kesatuan yang begitu solid dalam lirik – lirik yang menyentuh. Album ini termasuk salah satu album yang menemani saya di kala hujan dan menikmati kegalauan hingga tingkat maksimal.

Favorite Tracks: The Age of Worry & Walt Grace’s Submarine Test, January 1967.

03 Visions – Grimes

Unik, lucu, dan riang adalah kesan pertama saat mendengarkan album dari penyanyi asal Kanada ini namun berakhir menjadi ketergantungan yang menyenangkan apalagi mengingat komposisi dan aransemennya yang begitu kaya dan riuh penuh gelora. Keunikan musik Grimes yang bernama asli Claire Boucher ini memang dikarenakan Influence Grimes dalam bermusik yang cukup luas mulai dari R&B, Hip-Hop, Synth-Pop, Industrial hingga K-Pop, mencakup Bjork, Enya, Beyonce, Outkast, dan lainnya. Ia juga menyebutkan sineas seperti Gaspar Noe, Lars Von Trier, dan David Lynch sebagai pengaruhnya di luar musik sehingga tak dapat disanggah bahwa Grimes punya Taste yang bagus. Album ini begitu artistik dan mempertunjukan kecerdasan bermusik Grimes di usia yang begitu muda.

Favorite Tracks: Oblivion & Genesis.

02 Born To Die The Paradise Edition – Lana Del Rey

Diakui atau tidak Lana Del Rey adalah salah satu Hottest Act di tahun 2012. Bagaimana tidak? Lana Del Rey alias Elizabeth Grant hadir dengan Genre musik dan warna vokal yang unik, selera Fashion dan musik yang berkelas, video klip yang selalu tampil mencengangkan dan artistik, dan pernyataan – pernyataan yang kontroversial. Born To Die adalah prasasti keagungan Lana Del Rey, tak cukup dengan itu? The Paradise Edition pun melengkapi Saga kemegahan Born To Die. Album ini memiliki komposisi yang kaya tak hanya terpaku dalam satu Genre tetapi malah terdengar klasik dan megah meskipun liriknya terkadang Cheesy. Jika memang Lana Del Rey akan berhenti bermusik tentu saja Born To Die adalah sebuah Masterpiece dari gadis seksi ini tetapi tentu saja masih banyak penggemar yang menginginkan LDR untuk terus berkarya.

Favorite Tracks: National Anthem & Ride.

01 channel ORANGE – Frank Ocean

Talenta yang luar biasa dibarengi dengan kontroversi memang selalu menjadi rumus yang tepat menciptakan seorang Superstar. Frank Ocean adalah salah satu yang mengamini hal itu, Ia datang sebagai Ghostwriter untuk beberapa bintang besar seperti Justin Bieber dan Brandy lalu merilis Mixtape yang begitu memikat kemudian muncul sebagai seorang penyanyi R&B pertama yang blak – blakan soal orientasi seksualnya sebagai seorang Gay atau Bisexual yang notabene begitu tabu di dunia Hip-Hop/R&B yang dikenal Homophobia. Well, kisah hidupnya memang cuma sekedar bumbu yang membuat namanya semakin dikenal karena toh secara musikalitas Frank Ocean mampu membuktikan bahwa Ia sangat layak menyandang setiap pujian yang datang padanya sepanjang tahun ini. channel ORANGE adalah album yang kompleks, berani, eksperimental, dan sekaligus Playful. Berbagai kisah dalam album ini mampu disampaikan dengan baik oleh Mr. Ocean sehingga albumnya mengalir penuh perasaan. Frank menyelaraskan berbagai Sub-Genre Soul yang kemudian berbaur menuju gagasan Neo-Soul yang memikat lalu kemudian dinamakan Hipster R&B oleh para kritikus musik. Kemampuan Frank Ocean mengolah deretan kata – kata menjadi jalinan lirik yang penuh Metafora dan amat bermakna juga patut diacungi jempol belum lagi nilai artistik dan filosofi yang Frank sematkan dalam album ini sungguh luar biasa. Definitely The Best Album of 2012!

Favorite Tracks: Pyramids & Pink Matter (Featuring André 3000).

3 thoughts on “Author’s Pick: 40 Best Album of 2012 Part 2 (20 – 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s